Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-04 20:01:16

Sidak Gudang Tembakau di Probolinggo, Dewan Temukan Perbedaan Harga

BERBEDA: Sejumlah anggota dewan yang tergabung dalam Komisi II yang membidangi ekonomi dan pertanian saat melakukan sidak ke salah satu gudang tembakau di Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Perbedaan harga tembakau yang dipatok gudang membuat gusar sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo. Salah satu gudang memberikan harga Rp 26.000 per kg untuk tembakau kualitas rendah. Sementara gudang lainnya mematok angka Rp 36.000 per kg.

Hal ini diketahui saat Komisi II DPRD setempat meakukan sidak pada Kamis (3/9/2020). Ada tiga gudang yang didatangi dalam sidak yang juga diikuti oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Petanian dan Ketahanan Pangan ini.

Baca Juga : Hujan, Petani Tembakau di Probolinggo Resah

"Saya perlu langsung ke lapangaan, menyaksikan secara langsung. Melihat gudang tembakau," terang, Sugito, Ketua Komisi II yang mengurusi bidang pertanian dan ekonomi.

Baca Juga : Aksi Demo Tolak Omnibus Law di Kabupaten Probolinggo Berujung Ricuh

Ia pun berjanji akan mengecek gudang-gudang lain yang belum buka. Jika perlu mendesak agar gudang segera buka agar nasib petani terselamatkan.  

"Jadi nanti insyaallah semua gudang saya cek. Utamanya gudang-gudang yang belum buka, dihimbau untuk segera buka," ucapnya pada tadatodays.com.

Adapun 3 gudang yang didatangi anggota dewan adalah gudang tembakau CV. Rejo Hasil, dan CV. Sumberanyar, keduanya terletak di Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton. Serta PT. AOI (Aliance One Indonesia) yang terletak di Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Sementara itu, untuk menyikapi perbedaan harga tembakau, pihaknya akan memanggil dinas terkait guna menenyukan regulasi yang tepat.

"Setelah ini kami sinkronkan. Bagaimana ini kok ada yang Rp 26 ribu kok ada yang Rp. 36 ribu. Perlu ada regulasi," tuturnya pada tadatodays.com, Kamis (3/9/2020).

Pihaknya akan mempelajari apa yang menjadi penyebab adanya perbedaan harga ini, apa karena memang ditentukan oleh kualitas tembakau. Atau karena ada permainan. Jika nanti ditemukan ada keanehan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

"Apa karena yang Rp 36 ribu itu kualitasnya bagus dan yang Rp 26 ribu itu tidak, ini perlu kita pelajari. Utamanya dari dinas-dinas secara teknis, jangan sampai setelah ini ada kekecewaan. Saya tetap akan memantau," katanya.

Adapun dua gudang yang mematok harga yang berbeda yakni CV. Rejo Hasil dan CV. Sumberanyar. CV. Rejo Hasil melakukan pembelian dengan harga kisaran antara Rp. 26-30 ribu per kilogram tembakau, sedangkan CV. Sumberanyar membeli tembakau dengan harga Rp 36-46 ribu. (zr/hvn)