Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-19 15:08:26

Sidak, Temukan Mamin Penyok dan Kedaluwarsa

CEK: Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Agus Hartadi, bersampa Plt Kepala Dinkes-P2KB Nurul Hasanah Hidayati memeriksa kemasan salah satu produk makanan. Pengecekan itu dilakukan guna memastikan bahwa semua produk yang dijual di Kota Probolinggo aman untuk dikonsumsi.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 hijriyah, Pemerintah Kota Probolinggo melakukan sidak makanan dan minuman (Mamin). Dalam sidak yang dilakukan pada Selasa (19/04/2022),  itu ditemukan makanan yang kemasannya rusak, dan ada pula yang kedaluwarsa.

Dalam sidak tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) terjun langsung bersama Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, juga Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan Dan Perindustrian (DKUPP). Mereka sidak di tiga swalayan besar di Kota Probolinggo. Masing-masing adalah Graha Mulya atau GM, Karunia Damai Sejahtera atau KDS, dan Sinar Terang atau Sinter.

Baca Juga : Disidak DPRD, Venue Porprov Belum Ada yang Rampung

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum Dan Politik Agus Hartadi mengatakan, di GM ada temuan makanan yang kedaluwarsa dan kemasan yang rusak. “Itu nanti ditarik dan yang kemasannya rusak diganti dengan baru,” ujarnya.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Dinkes Jember Sidak Toko Pastikan Keamanan Pangan

Selanjutnya, Agus mengimbau kepada masyarakat agar saat berbelanja  tetap menerapkan protokol kesehatan. Pemkot juga akan mengadakan pos vaksinasi bagi masyarakat yang belum divaksin. Pos tersebut akan ada di setiap market yang sering dikunjungi masyarakat.

Sedangkan Kepala DKUPP Fitriawati mengatakan, selain pengecekan kedaluwarsa dan kemasan yang rusak, tim sidak juga memeriksa beberapa bahan makanan. Terutama untuk produk yang jangka waktu kedaluwarsanya tidak panjang.

Menurutnya, hal itu penting untuk menjamin produk mamin kemasan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Jika produk menggunakan bahan seperti pengawet makanan, tim akan menariknya.

 Namun, saat melakukan pemeriksaan, ia belum menemukan produk yang menggunakan bahan kimia yang berbahaya. “Kayak sambel kan kedaluarsanya ndak panjang, itu kami cek bahannya. Takut ada yang pakai bahan pengawet yang tidak sesuai standar,” ucapnya.

Sidak mamin memang dilakukan rutin oleh Pemkot Probolinggo, setiap menjelang hari raya idul fitri. Selain sidak, akan ada agenda lanjutan, yakni pembinaan terhadap pelaku usaha.

Menurut PLT Kepala Dinas Kesehatan – P2kb Kota Probolinggo Dr. Nurul Hasanah Hidayati, setelah pembinaan akan ada pengecekan ulang. Setiap pelaku usaha yang sudah diberi pembinaan akan diperiksa kembali produk jualannya. Terutama untuk memastikan apakah sudah sesuai dengan standar nasional atau belum. “Nanti akan ada agenda lanjutan. Yakni pengecekan ulang. Seminggu setelah agenda akan dicek lagi, sudah melaksanakan apa yang diberikan waktu pembinaan atau belum,” tuturnya. (alv/don)