Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-16 14:17:29

Tolak Pembangunan Industri Ekstraktif, PMII Demo Kantor Pemkab Jember

ASPIRASI: Sejumlah mahasiswa PMII diadang kawat berduri saat demonstrasi di depan kantor Pemkab Jember, dengan tuntutan agar pemerintah menghentikan rencana pengembangan industri tambak dan tambang.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Ratusan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember, melakukan aksi demonstrasi menolak pembangunan industri ekstraktif di Kabupaten Jember, Rabu (16/6/2021).

Aksi dimulai dari gerbang Universitas Jember (Unej). Peserta aksi yang mengenakan pakaian serba hitam itu, melakukan long march menuju ke kantor Pemkab Jember.

Baca Juga : Temui Bupati Jember, Pengusaha Bahas Permasalahan Tambang Galian C

Sepanjang jalan mereka secara bergantian berorasi. Dalam orasinya, peserta aksi menuntut agar Pemkab Jember tak memberi akses terhadap investor yang akan membuka industri ekstraktif di Kabupaten Jember.

Untuk diketahui, industri ekstraktif merupakan industri yang melakukan kegiatan mengambil sumber daya alam langsung dari perut bumi berupa mineral, batubara, minyak bumi, dan gas bumi.

Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Jember Muhammad Faqih menjelaskan, melihat geografis kabupaten Jember yang paling cocok untuk dikembangkan adalah ekonomi berbasis agraris bukan industri ekstraktif.

Dalam hal ini pihaknya menyoroti sikap Pemkab Jember yang terkesan memberi lampu hijau bagi investor tambak dan tambang.

Faqih menyampaikan, komitmen mahasiswa tetap bersama masyarakat untuk melakukan perlawanan terhadap industri ekstraktif. "Sekali lagi basis ekonomi kerakyatan Jember ini adalah agraris bukan tambak dan tambang," katanya.

Faqih melanjutkan, PMII akan melakukan aksi lanjutan jika kegiatan Bupati Jember tidak berpihak kepada masyarakat Jember. Karena menurutnya, dampak aktivitas tambak dan tambang adalah pada wilayah ekologis masyarakat. "Jika berbicara dalih pendapatan asli daerah, tambak dan tambang tidak signifikan," ujarya. (as/don)