Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-08 16:31:31

Wali Kota Probolinggo Harap Masyarakat Tidak Membeli Minyak Goreng Berlebihan

DISTRIBUSI: Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyerahkan minyak goreng kepada salah satu pelaku usaha kecil, yang membeli minyak goreng di Taman Manula Kota Probolinggo, Selasa (8/3/2022). Wali Kota Hadi berharap agar masyarakat tidak membeli minyak goreng secara berlebihan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya memenuhi kebutuhan minyak goreng dengan harga murah. Pada Selasa (8/3/2022), sebanyak 18.000 liter minyak goreng kemasan 18 liter didistribusikan. Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin berharap kepada masyarakat untuk tidak membeli dalam jumlah berlebih.

Distribusi minyak goreng itu hanya khusus untuk pedagang kaki lima, UMKM, dan pengusaha warung. “Hanya PKL, UMKM dan pengusaha warung yang terdaftar di pemkot saja yang bisa mendapatkan minyak goreng murah,” kata wali kota.

Baca Juga : Migor Curah di Atas HET, Disperindag Operasi Pasar

Distribusi 18 ribu liter minyak goreng itu dilakukan di dua tempat. Yakni di kantor DKUPP dengan jumlah 14.000 liter, dan sekretariat Paguyuban UMKM di Warung GKP Taman Manula sejumlah 18.000 liter.

Baca Juga : Cegah Hepatitis, Dinkes Akan Bina Pedagang Kampus

Penjualan minyak goreng murah itu dimulai pukul 07.00 sampai dengan 12.00 WIB. Wali Kota Hadi Zainal Abidin memantau langsung distribusi di dua tempat tersebut.

Menurut wali kota, ketersediaan minyak goreng sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha kecil. Ke depan, penjualan minyak goreng akan dilakukan hingga di tingkat kelurahan. “Pemkot akan terus berupaya memberikan kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Politisi PKB ini berharap, sebelum bulan puasa, distribusi minyak goreng di tingkat kelurahan bisa dilaksanakan.

Sementara itu, Kepala DKUPP Fitriawati menambahkan, masyarakat tidak perlu panik dan jangan membeli secara berlebihan. Pasalnya, DKUPP akan berupaya mengadakan operasi pasar.

Sementara itu, Nurul, salah satu pengusaha katering makanan mengucapkan syukur dan terbantu dengan adanya distribusi minyak goreng yang digelar Pemkot Probolingo. Ia menyebutkan, per harinya, ia menggunakan minyak goreng sekitar 2-3 liter.

Kendati demikian, jika stok kosong ia terpaksa membeli minyak goreng dengan harga mahal. "Kadang nemu (Dapat, Red) paling murah Rp 30 ribu," katanya. (ang/don)