13-Banjir Rendam 8 Kecamatan di Jember, Hampir 4 Ribu KK Terdampak

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Friday, 13 Feb 2026 10:49 WIB

13-Banjir Rendam 8 Kecamatan di Jember, Hampir 4 Ribu KK Terdampak

BANJIR: Tim BPBD Jember bersama relawan saat meninjau bantaran sungai.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Banjir meluas di sejumlah wilayah Jember setelah hujan deras mengguyur pada Kamis (12/2/2026) sejak siang hingga malam. Data sementara mencatat 3.944 kepala keluarga terdampak di delapan kecamatan, dengan ratusan warga harus mengungsi.

Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo menyebut banjir dipicu curah hujan ekstrem yang membuat sejumlah sungai meluap bersamaan. “Intensitas hujan sangat tinggi sejak siang sampai malam. Debit air sungai naik cepat dan meluap ke permukiman warga. Tim kami langsung turun melakukan evakuasi dan penanganan darurat,” ujar Edy pada Jumat (13/2/2026) pagi.

Wilayah paling terdampak terjadi di Kecamatan Rambipuji dengan total 3.210 KK terdampak. Selain itu, banjir juga merendam:

Sukorambi: 33 KK

Kalisat: 3 KK

Kaliwates: 199 KK

Bangsalsari: 316 KK

Ajung: 2 KK

Balung: 184 KK

Sebanyak 299 warga tercatat mengungsi, mayoritas di Desa Rambipuji. Titik pengungsian tersebar di rumah warga, masjid, hingga balai desa. “Prioritas kami saat ini keselamatan warga. Evakuasi, distribusi logistik, dan dapur umum terus berjalan,” kata Edy.

Selain permukiman, banjir juga merusak fasilitas umum. Tercatat tiga jembatan terdampak dan satu pondok pesantren ikut terendam.

Di Kecamatan Panti dan Sukorambi, jembatan putus membuat akses warga sempat terisolasi. Sementara di Kaliwates, banjir merendam kawasan permukiman padat seperti Kampung Ledok.

Edy memastikan tim reaksi cepat masih disiagakan di lapangan. “Penanganan belum selesai. Petugas masih melakukan pembersihan, asesmen kerusakan, dan distribusi bantuan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun. Banjir ini terjadi setelah peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG untuk periode 10–20 Februari 2026. Hujan deras menyebabkan peningkatan debit di sejumlah aliran sungai, termasuk Bedadung dan Dinoyo. Laporan situasi juga telah diteruskan ke BNPB untuk koordinasi penanganan lanjutan.

BPBD merekomendasikan percepatan distribusi bantuan logistik serta pendirian dapur umum tambahan, terutama di wilayah Rambipuji yang menjadi episentrum banjir. “Penanganan lintas instansi terus dilakukan. Kami juga mendorong bantuan logistik diprioritaskan ke wilayah terdampak paling parah,” kata Edy.

Hingga Jumat (13/2/2026) pagi, tim gabungan masih melakukan penanganan di lokasi terdampak, termasuk evakuasi lanjutan dan pembersihan sisa material banjir. (dsm/why)


Share to