Banjir Bandang Terjang Pakis Panti di Jember, Seorang Staf Kecamatan Terseret Arus

Dwi Sugesti Megamuslimah
Tuesday, 03 Feb 2026 07:01 WIB

EVAKUASI: Proses evakuasi dan pembersihan sisa banjir bandang di Desa Pakis, Kecamatan Panti. (Foto: Dok: BPBD Jember)
JEMBER, TADATODAYS.COM - Seorang warga Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, dilaporkan terseret arus banjir bandang saat aliran Sungai Badean meluap pada Senin (2/2/2026) malam. Hingga larut malam, korban belum ditemukan dan proses pencarian masih berlangsung.
Korban diketahui bernama Wahid (52), staf Seksi Pemerintahan Kecamatan Panti sekaligus mantan Sekretaris Desa Pakis. Korban terseret arus saat banjir membawa material lumpur, bambu, dan potongan kayu ke permukiman warga sekitar pukul 19.40 WIB.
Peristiwa bermula dari hujan intensitas sedang yang mengguyur wilayah hulu Sungai Badean sejak pukul 14.00 WIB. Sekitar pukul 16.30 WIB debit air sungai mulai meningkat dengan kondisi air berwarna coklat pekat bercampur lumpur.
Beberapa jam kemudian, arus deras meluap ke permukiman warga di bantaran sungai. Selain menyeret korban, banjir juga menggerus dapur sejumlah rumah warga.
Data sementara mencatat empat dapur rumah warga ambruk akibat tergerus arus banjir, masing-masing milik Yuliatin (37), Wahid (52), Madruji (51), serta Samad (65).
Selain itu, sedikitnya enam rumah warga terendam lumpur setinggi sekitar 15 sentimeter dan sekitar 30 rumah lainnya terdampak genangan lumpur di halaman rumah.
Dampak kejadian juga memicu pengungsian warga. Sebanyak 30 jiwa mengungsi di rumah warga setempat, sementara keluarga korban terseret arus mengungsi di rumah kerabat di sekitar balai desa.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bersama relawan dan perangkat desa langsung melakukan pencarian korban, pengamanan warga di sekitar sungai, serta pendataan warga terdampak. Penanganan darurat berlangsung hingga pukul 23.50 WIB.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Sisilo, mengatakan proses pencarian korban sempat terkendala kondisi gelap dan sempat terjadi pemadaman listrik saat malam kejadian, sehingga pencarian lanjutan dioptimalkan pada Rabu (3/2/2026) pagi bersama tim SAR dan unsur relawan.
“Kondisi malam hari dan keterbatasan penerangan sempat menjadi kendala. Karena itu, pencarian akan kami maksimalkan kembali pada pagi hari dengan menambah personel dan peralatan,” ujarnya.
Kondisi terakhir, debit air Sungai Badean dilaporkan sudah surut dan cuaca berawan. Namun warga masih bertahan di pengungsian sebagai langkah antisipasi banjir susulan.
Selain fokus pencarian korban, penanganan pascabencana juga disiapkan melalui pembersihan lumpur di akses jalan dan rumah warga, penyediaan dapur umum, serta layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Edy juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih terjadi pada awal Februari. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai, untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika terjadi peningkatan debit air secara cepat,” katanya. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)



