Banjir di Pasuruan Belum Surut, 3 Desa Dirikan Dapur Umum, Produksi Seribu Nasi Bungkus

Amal Taufik
Wednesday, 21 Jan 2026 14:33 WIB

TINGGI: Kondisi banjir di Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan, Rabu (21/1/2026) siang.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Banjir di sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan belum surut hingga Rabu (21/1/2026) siang. Sejumlah desa mendirikan dapur umum untuk memproduksi bantuan nasi bungkus. Salah satunya di Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati.
Banjir di Desa Kedawungkulon masih tinggi hingga pukul 12.00 WIB. Ketinggian air banjir paling parah ada di Dusun Kebruan.
Pras (39), warga Desa Kedawungkulon mengungkapkan, di Dusun Kebruan, genangan masih mencapai 1 meter. Aktivitas sehari-hari warga terhambat. "Tadi jam 07.00 WIB, dapur umum di desa sudah dibuka," kata Pras.
.png)
BANTUAN: Distribusi bantuan di Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati.
Hingga pukul 13.00 WIB, dapur umum sudah memproduksi sekitar 1.000 nasi bungkus untuk dibagikan kepada warga yang terdampak banjir. Catatan BPBD, total ada 578 KK yang terdampak di Desa Kedawungkulon.

Sementara itu, desa lainnya yang membuka dapur umum adalah Desa Prodo, Kecamatan Winongan. Kepala Desa Prodo, Lukman Hakim mengungkapkan, dapur umum dibuka sejak pagi tadi. Hingga siang ini, sudah ada 700 nasi bungkus yang didistribusikan ke warga terdampak banjir.
Sementara itu, masih ada 2 dusun yang terendam banjir di Desa Prodo. Keduanya adalah Dusun Jetis dan Dusun Margo Utomo. "Ketinggiannya di dua dusun itu masih 40-50 sentimeter," kata Lukman.
.png)
LOGISTIK: Dapur umum di Desa Kedawungkulon.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengungkapkan, banjir di sebagian desa sudah surut. Namun sebagian lainnya ada yang masih tergenang dengan ketinggian air 1 meter.
BPBD menyalurkan bantuan logistik berupa sembako dan makanan siap saja ke desa-desa yang masih terendam banjir. "Data kami ada 3 desa yang membuka dapur umum mandiri. Bantuan sembako dari kami nanti bisa dimasak di dapur umum kemudian didistribusikan. Air laut sekarang masih pasang," ujar Sugeng. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)



