Perumahan Villa Indah Tegal Besar Jember Kebanjiran, Warga Minta Jaminan Keamanan Hunian

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Tuesday, 20 Jan 2026 19:50 WIB

Perumahan Villa Indah Tegal Besar Jember Kebanjiran, Warga Minta Jaminan Keamanan Hunian

RAPAT: RDP Komisi C DPRD Jember bersama warga Perum Villa Indah Tegal Besar.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, menyuarakan keresahan mereka dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi C DPRD Jember, Selasa (20/1/2026). Audiensi tersebut digelar menyusul banjir yang merendam kawasan perumahan itu pada pertengahan Desember lalu.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, tercatat 52 rumah warga terdampak banjir. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran berulang di kalangan warga terkait keamanan tempat tinggal mereka ke depan.

Salah satu warga, Dewi Mashitoh mengeluh terkait infrastuktur perumahan yang dinilai tidak layak dan tidak ramah anak. "Mayoritas warga itu punya balita, dan perum itu tidak layak karena jalannya lurus ke bawah. Jadi, kalau anak-anak main sepeda itu sering nyosop. Bahkan plengsengannya banyak yang batunya jatuh kena anak-anak," katanya Selasa siang.

DEWAN: Sekretaris Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto (kemeja biru) saat RDP bersama warga Perum Villa Indah Tegal Besar.

Lebih lanjut, Perum Villa Indah Tegal besar tidak layak lantaran pembangunan dinding dan plengsengan sungai juga dinilai tidak serius. Mestinya, kata dia, pembangunan plengsengan mesti dipikirkan matang.

"Kita (warga) dalam ancaman kematian. Dari arah mushala sampai blok A itu sudah tidak aman. Sewaktu-waktu kalau jatuh nyawa taruhannya," sambung Dewi.

Sementara, Sekretaris Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto mengatakan persoalan utama yang dihadapi warga adalah ketidakpastian jaminan keamanan hunian. Di satu sisi, warga tetap memiliki kewajiban mencicil rumah ke perbankan, namun di sisi lain dihantui ancaman banjir susulan.

“Warga ini dalam posisi serba dilematis. Cicilan jalan terus, tapi rasa aman belum mereka dapatkan karena belum ada kepastian dari pengembang,” ujar David.

PENGEMBANG: Pihak pengembang Perumahan Villa Indah Tegal Besar Agus Lutfi.

Sebagai solusi jangka pendek, warga meminta pihak pengembang menyediakan hunian darurat atau hunian sementara apabila banjir kembali terjadi, setidaknya hingga ada penanganan yang jelas terhadap potensi banjir. “Hunian sementara ini menjadi kebutuhan mendesak agar warga tidak terus berada dalam kondisi waswas,” tambahnya.

Selain hunian darurat, warga juga berharap adanya kompensasi atas kerugian akibat banjir, serta solusi jangka panjang seperti relokasi atau perbaikan plengsengan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Menanggapi hal tersebut, pengembang Perumahan Villa Indah Tegal Besar Agus Lutfi menyatakan seluruh proses pembangunan perumahan telah sesuai dengan ketentuan perizinan yang berlaku.

Hingga saat ini, pihak pengembang telah membangun sekitar 190 unit rumah. “Untuk tuntutan jaminan pasti seperti relokasi atau pembangunan plengsengan, kami belum bisa memutuskan karena masih perlu pembahasan internal dan koordinasi dengan pihak terkait,” kata Agus.

Meski demikian, Agus memastikan permintaan hunian sementara akan segera direalisasikan. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, pengembang juga menyalurkan bantuan dana sebesar Rp50 juta kepada 52 rumah terdampak banjir. “Hunian sementara akan kami upayakan secepatnya, dan bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban warga,” katanya. (dsm/why)


Share to