Banjir Rendam 5 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan, 1.700 KK Terdampak

Amal Taufik
Amal Taufik

Tuesday, 24 Feb 2026 05:05 WIB

Banjir Rendam 5 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan, 1.700 KK Terdampak

BANGIL: Banjir di salah satu titik Kelurahan Kalianyar, Bangil. (Foto: istimewa)

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Banjir merendam lima kecamatan di Kabupaten Pasuruan hingga Senin (23/2/2026) pukul 19.00 WIB. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, sedikitnya 1.700 kepala keluarga (KK) terdampak genangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan genangan tersebar di Kecamatan Winongan, Kraton, Rembang, Grati, dan Bangil dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 75 centimeter.

Di Kecamatan Winongan, genangan terjadi di Desa Bandaran, Winongan Kidul, dan Prodo. Dusun Karangmakan di Desa Bandaran tergenang 20–30 centimeter dengan 85 KK terdampak, sementara Dusun Karangtanjung yang sebelumnya terdampak 27 KK dilaporkan telah surut.

Di Desa Winongan Kidul, Dusun Kebondalem terendam 20–30 centimeter dengan 51 KK terdampak, serta Dusun Cokropaten 10–20 sentimeter dengan 45 KK terdampak. Dusun lainnya mengalami genangan ringan.

Kecamatan Kraton terdampak di Desa Sidogiri. Dusun Sidogiri dan Dusun Wangkal terendam 30–50 sentimeter, sementara Jalan Raya Sidogiri tergenang 5–10 centimeter.

Di Kecamatan Rembang, genangan di Dusun Kangkungan (Desa Siyari) dan Dusun Guyangan (Desa Genengwaru) dilaporkan telah surut. Sementara itu di Kecamatan Grati, Dusun Kebrukan, Desa Kedawungkulon, terendam 10–30 centimeter dengan 228 KK terdampak.

Genangan tertinggi tercatat di Kecamatan Bangil. Desa Tambakan terendam hingga 70 centimeter dengan 188 KK terdampak.

Di Kelurahan Kalianyar, Lingkungan Bandaran terendam 75 centimeter dengan 453 KK terdampak, Lingkungan Kalianyar 60 centimeter dengan 386 KK terdampak, serta Lingkungan Satak 50 centimeter dengan 237 KK terdampak.

Sugeng memastikan BPBD bersama tim gabungan masih melakukan penanganan di lapangan. Sejak sore tadi, shelter bencana yang berada di Kalirejo sudah diaktifkan dan memproduksi bantuan makanan. "Shelter sudah aktif sejak sore, namun ini malam ini baru bisa distribusi,” kata Sugeng. (pik/why)


Share to