Tiga Kecamatan di Pasuruan Masih Kebanjiran, Ketinggian Air Capai 70 Cm

Amal Taufik
Monday, 16 Feb 2026 15:02 WIB

BANJIR: Banjir di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Kabupaten Pasuruan sejak Minggu (15/2/2026) sore hingga malam memicu banjir di tiga kecamatan. Genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 70 cm merendam permukiman warga dan sejumlah ruas jalan perkampungan.
Wilayah terdampak cukup parah berada di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji. Hingga Senin (16/2/2026), air masih menggenangi beberapa jalan kampung dan masuk ke rumah warga. Aktivitas masyarakat terganggu, sementara sebagian warga terpaksa memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Doni, salah satu warga Kedungringin, mengatakan air mulai naik sejak Minggu sore dan terus meningkat hingga dini hari. Menurutnya, banjir kali ini datang dengan cepat.
“Sejak sore hujan deras, air sudah mulai naik ke jalan. Masuk ke rumah sekitar dini hari. Naiknya cepat sekali, jadi kami tidak sempat menyelamatkan semua barang. Di sini memang rendah, jadi kalau sudah banjir, airnya lama surut, biasanya bisa sampai tiga hari,” ujarnya.
Perangkat Desa Kedungringin, Rosyadi, menjelaskan banjir terjadi akibat luapan Sungai Wrati setelah kawasan hulu seperti Pandaan dan Prigen diguyur hujan deras selama berjam-jam. Debit air yang meningkat membuat sungai tak mampu menampung aliran.

“Sebenarnya sudah dilakukan normalisasi sungai, namun karena intensitas hujan cukup tinggi dan berlangsung lama, air tetap meluap dan masuk ke permukiman,” kata Rosyadi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan hingga Senin pukul 13.30 WIB, genangan masih tersisa di dua kecamatan, yakni Beji dan Gempol.
Di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, ketinggian air berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter. Sementara di Kecamatan Gempol, genangan terjadi di Desa Legok, tepatnya Dusun Kebonsari dengan ketinggian 5 hingga 15 sentimeter. Untuk Dusun Legok dilaporkan telah surut.
Di kawasan Bypass Kebonsari, air masih menggenang sekitar 5 sentimeter. Sedangkan di Desa Winong, wilayah Grogolan dan Jalan Grogolan dilaporkan telah surut sepenuhnya.
BPBD bersama pemerintah desa terus melakukan pemantauan dan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Pasuruan masih relatif tinggi. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)



