Korban Banjir VITB Geram, Warga Siap Tempuh Jalur Hukum Jika Pengembang Tak Bergerak

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Sunday, 22 Feb 2026 12:23 WIB

Korban Banjir VITB Geram, Warga Siap Tempuh Jalur Hukum Jika Pengembang Tak Bergerak

SATGAS: Salah satu perwakilan warga VITB saat pertemuan bersama Satgas Tata Ruang serta pengembang perumahan.

TADATODAYS.COM, JEMBER - Kesabaran warga terdampak banjir di Perumahan Villa Indah Tegalbesar (VITB) kian menipis. Dalam pertemuan bersama Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang serta pihak pengembang, Sabtu (21/2/2026) malam, suara kekecewaan mencuat. Warga menilai solusi yang dijanjikan belum menyentuh akar persoalan.

Udin, salah satu perwakilan warga, secara terbuka menyampaikan bahwa komunikasi dengan pengembang sejauh ini lebih banyak berisi komitmen di atas kertas ketimbang tindakan nyata.

“Kami ini butuh solusi konkret, bukan sekadar pernyataan. Kalau memang siap relokasi warga di sempadan sungai, kenapa tidak segera ajukan pengukuran resmi ke pemerintah? Sampai sekarang mitigasinya nol,” tegas Udin.

Menurutnya, pengembang memang menyatakan kesiapan merelokasi warga yang tinggal di kawasan sempadan sungai. Namun pernyataan itu dinilai setengah hati karena belum diikuti langkah administratif maupun teknis untuk memastikan batas sempadan secara resmi.

Padahal, dampak banjir sudah berulang. Data warga mencatat, Desember 2025 menjadi periode terparah dengan 71 kepala keluarga terdampak. Pada Februari 2026, sedikitnya 15 KK kembali kebanjiran. Rumah-rumah yang sama kembali terendam, sebagian bahkan dalam kondisi darurat.

Warga kini mulai mempertimbangkan opsi hukum sebagai langkah lanjutan jika tak ada percepatan solusi. Kajian tengah dilakukan untuk menentukan kemungkinan gugatan, baik perdata maupun pidana. “Sebenarnya jalur hukum belum kami ambil. Tapi itu sedang kami siapkan. Kami tidak ingin ini berlarut-larut tanpa kepastian,” ujarnya.

Meski demikian, warga menegaskan fokus utama tetap pada penyelamatan dan penanganan cepat. Beberapa rumah disebut sudah tidak layak huni saat hujan deras turun.

Mereka berharap pemerintah daerah dan pengembang duduk bersama dengan komitmen yang lebih tegas bukan sekadar meredam situasi. "Buat kami banjir ini bukan lagi bencana musiman. Tapi jadi ancaman tahunan. Kami harap kepastian solusi dari pemkab," harapnya. (dsm/why)


Share to