Hujan di Hulu dan Air Laut Pasang, Desa Pajurangan Gending Probolinggo Banjir

Hilal Lahan Amrullah
Hilal Lahan Amrullah

Sunday, 08 Feb 2026 05:05 WIB

Hujan di Hulu dan Air Laut Pasang, Desa Pajurangan Gending Probolinggo Banjir

GENANGAN: Banjir menggenang di sejumlah jalan dan halaman rumah warga Desa Pajurangan, Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, Sabtu (7/2/2026) malam.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo, Sabtu (7/2/2026) sore. Khususnya di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Pancarglagas Desa Pajurangan, Kecamatan Gending. Dampaknya, banjir terjadi di Dusun Mudinan 1 dan Dusun Mudinan 2, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending.

Sekitar pukul 19.00, air meluap dari DAS Pancarglagas Desa Pajurangan ke Dusun Mudinan 1. Luapan air sungai semakin merata pukul 20.30, hingga air sungai naik dan meluap di Dusun Mudinan 2, Desa Pajurangan, meskipun hujan di wilayah DAS Pancargalagas Desa Pajurangan hanya hujan gerimis.

Adapun ketinggian air terpantau semata kaki. Air menggenang di sejumlah jalanan dan halaman rumah warga. Sedikitnya 142 kepala keluarga atau 450 warga terdampak di dua dusun tersebut. “Sepeda motor masih bisa lewat,” terang Camat Gending Winda Permata Erianti.

Winda mengatakan, DAS Pancarglagas di atas kalau curah hujan tinggi, ditambah air laut pasang, air DAS Pancarglagas di Desa Pajurangan akan naik. Luapan seperti saat ini sering terjadi. “Setiap tahun mesti banjir di daerah situ. Tetapi tidak sampai ke pemukiman warga,” terang mantan Kabid UMKM DKUPP Kabupaten Probolinggo itu.

Menurut Winda, saat ini tinggi muka air (TMA) DAS Pancargalagas di Desa Pajurangan 270 sentimeter. Penyebab banjir, karena curah hujan di atas tinggi. “Kalau hujan di Gending seharian ini sedang gerimis, tidak sampai lebat, cuma memang kalau di atas curah hujan tinggi, dan buka pintu airnya bagi ke arah Sungai Gending sebelah barat itu telat, akhirnya airnya lebih banyak mengalir ke sungai banyu biru itu,” jelasnya.

Permasalahan lain yaitu trafo untuk membuka pintu air di Dam Banyu Biru, itu rusak. Sehingga pembukaan pintu air, itu dilakukan manual. “Mungkin tadi agak lama buka tutup pintu airnya kalau secara manual. Karena trafo untuk listriknya rusak. Kami juga minta bantuan ke PT Sasa Inti, insya Allah besok mau dicek dan mau dibantu. Karena PT Sasa Inti itu salah satu pemanfaat,” tuturnya.

Sedangkan Pemerintah Desa Pajurangan setiap tahun telah mengajukan bantuan tembok penahan tanah (TPT) kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Tetapi belum terealisasi. “Mudah-mudahan hikmah dari musibah ini bisa terealisasi apa yang diusulkan oleh desa. Desa minta TPT setinggi satu meteran sepanjang Sungai di Desa Panjurangan. Sebetulnya kalua tidak hujan, dalam sungainya,” ungkapnya.

Mitigasi saat ini, karena air laut masih naik, petugas di Kecamatan Gending dan Desa Pajurangan, melakukan ronda. Bahkan ada bantuan sandbag yang ditumpuk di dekat pint uke arah pemukiman warga. “Mudah-mudahan cepat surut, kalua saya cek air pasang tertinggi, itu pukul 01.00. Kami koordinasi terus bersama TRC-BPBD,” ujarnya.

Wanita berkacamata ini berharap Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur bisa memberi bantuan TPT bagi warga di Dusun Mudian 1 dan Dusun Mudian 2, Desa Pajurangan. Selanjutnya diharapkan ada perbaikan pintu airnya. (hla/why)


Share to