Banjir Pasuruan Belum Surut, Masih Ada Desa yang Terendam 1 Meter

Amal Taufik
Wednesday, 21 Jan 2026 14:05 WIB

BANJIR: Kondisi banjir di Dusun Kebrukan, Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan hingga Rabu (21/01/2026) pagi. Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan pukul 07.00 WIB, genangan air tercatat terjadi di Kecamatan Winongan, Grati, dan Rejoso dengan ketinggian bervariasi.
"Untuk update banjir, per pagi ini. Wilayah Gondangwetan yang semalam sempat terendam banjir, sekarang sudah surut. Banjir tersisa di 3 kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi.
Kecamatan Winongan menjadi wilayah terdampak paling luas. Di Desa Prodo, genangan air masih merendam Dusun Jetis dengan ketinggian 40–60 centimeter dan berdampak pada sekitar 250 kepala keluarga. Kondisi lebih parah tercatat di Dusun Margo Utomo dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter, sementara Dusun Gendol masih tergenang 30–50 centimeter.
Di Desa Winongan Kidul, sejumlah dusun seperti Kebondalem, Serambi, Cokropaten, dan Pandean masih terendam banjir dengan ketinggian antara 20 hingga 70 sentimeter. Genangan juga terjadi di Desa Winongan Lor, terutama di Dusun Tokwiro dan Karangsono, yang masih digenangi air setinggi 40 hingga 70 sentimeter.

Desa Bandaran juga masih terdampak cukup signifikan. Beberapa dusun dilaporkan tergenang hingga 50–100 sentimeter, di antaranya Dusun Mayangbang dan Gambiran. Selain itu, genangan dengan ketinggian lebih rendah masih terjadi di Desa Lebak, Sidepan, Penataan, dan Menyarik.
Sementara itu, di Kecamatan Grati, banjir merendam wilayah Desa Kedawungkulon dan Kedawungwetan. Dusun Kebrukan dan Adirogo menjadi titik dengan jumlah terdampak terbesar, masing-masing mencapai ratusan kepala keluarga, dengan ketinggian air berkisar 20-80 sentimeter.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Rejoso. Di Desa Toyaning, genangan air masih merendam sejumlah dusun dengan ketinggian 15 hingga 70 centimeter. Kondisi terparah tercatat di Dusun Raket, Desa Kawisrejo, dengan ketinggian air mencapai sekitar 70 centimeter dan berdampak pada sekitar 150 kepala keluarga.
"Kami masih melakukan monitoring di wilayah yang airnya belum surut, terutama di Kecamatan Winongan, Grati, dan Rejoso. Personel juga kami siagakan untuk membantu warga serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat,” imbuh Sugeng. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)



