Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-01-11 20:17:48

Cerita Korban Banjir Jember: Tinggi Air Capai 140 Sentimeter

BERSIH-BERSIH: Sejumlah relawan membersihkan sisa material lumpur di depan TPQ Darussalam yang juga diterjang banjir. Proses pembersihan lumpur masih terus dilakukan, sejak banjir menerjang Kecamatan Kaliwates pada Minggu (9/1) lalu.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Banjir besar yang menerjang Kabupaten Jember, Minggu (9/1) lalu, menyisakan cerita yang tak dilupakan oleh warga terdampak. Khususnya warga yang berdomisili di Perumahan Bumi Mangli Permai, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Wartawan tadatodays.com kembali mengunjungi Kawasan Perumahan Bumi Mangli, Selasa (11/1) siang. Saat memasuki perumahan tersebut, lingkungan setempat masih dipenuhi lumpur. Hanya saja, lumpur sudah tidak setebal Senin kemarin. Ini setelah dilakukan pembersihan secara manual oleh petugas gabungan. Alat berat juga dikerahkan untuk membersihkan material sisa banjir.

Baca Juga : Gotong Royong Bangun Jembatan Alternatif di Gunggungan Kidul

 Arifin, 70, salah seorang lansia warga Perumahan Bumi Mangli, mengaku bahwa dirinya dan warga lainnya kaget saat banjir datang cukup deras. “Durasi hampir satu jam,” katanya.

Baca Juga : Belasan Tahun, Warga Mayangan Keluhkan Genangan Air

Karena derasnya banjir itu, Arifin yang sudah tidak lagi muda itu harus susah payah meninggalkan rumahnya yang mulai terendam air. “Lari ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Arifin mengatakan, banjir besar di lingkungannya ini baru pertama kali terjadi. Menurutnya, hal itu terjadi karena luapan air sungai dari arah Kecamatan Panti.

Saat ini, Arifin mulai membersihkan kotoran di dalam rumahnya. Ia juga menjemur pakaian dan dokumen yang basah terkena banjir.

Berbeda dengan yang dialami Khoirul Anwar, 38. Saat banjir menerjang, ia sedang tidak berada di rumahnya. Tapi setelah mendapat kabar banjir di lingkungan rumahnya, ia pun bergegas menuju rumahnya.

Setiba di rumahnya, Anwar kaget setelah melihat rumahnya terendam banjir. Bahkan, TPQ Darussalam yang juga milikinya, tak luput dari terjangan banjir. “Tinggi air sekitar 140 sentimeter,” kata Anwar.

Sementara, Angga, bocah usia 11 tahun yang ditemui tadatodays.com, menceritakan bahwa saat banjir datang dirinya berada di rumah tetangganya. “Saya waktu itu main, tidak bisa pulang,” kata Angga.

Selama banjir masih terjadi, Angga pun tetap berada di dalam rumah temannya sambil menunggu air surut. (bp/don)