DAS Laweyan dan DAS Rejoso Luber, 7 Desa di Pasuruan Terendam Banjir

Amal Taufik
Amal Taufik

Sunday, 18 Jan 2026 09:43 WIB

DAS Laweyan dan DAS Rejoso Luber, 7 Desa di Pasuruan Terendam Banjir

BANJIR: Kondisi perkampungan warga di Desa Kedawungkulon saat air mulai naik.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (17/1/2026) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat genangan terjadi di tiga kecamatan, yakni Nguling, Winongan, dan Grati, dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai 80 cm.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan genangan mulai terpantau sejak sore hingga malam hari dan berdampak langsung pada permukiman warga. “Hingga pukul 21.00 WIB, laporan sementara menunjukkan banjir menggenangi puluhan dusun dengan ratusan kepala keluarga terdampak,” ujarnya.

Di Kecamatan Nguling, daerah aliran sungai DAS) Laweyan luber dan merendam wilayah Desa Nguling, Penunggul, dan Mlaten. Di Desa Nguling, genangan setinggi 10 hingga 30 cm. Sementara di Desa Penunggul air menggenang setinggi 10–80 cm. Adapun di Desa Mlaten, genangan setinggi sekitar 10 cm terjadi di Dusun Krajan.

Dampak lebih luas tercatat di Kecamatan Winongan. Di Desa Bandaran, air setinggi 30 hingga 60 cm. Selain itu, genangan juga terjadi di Desa Winongan Lor dan Winongan Kidul, dengan ketinggian air antara 10 hingga 30 cm yang berdampak pada ratusan kepala keluarga.

Banjir juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Grati, tepatnya di Desa Kedawungkulon. Di sini banjir terjadi akibat luberan DAS Rejoso. Genangan mulai naik sekitar pukul 19.45 WIB dan merendam dua dusun.

Di Dusun Tugu, ketinggian air mencapai sekitar 20 cm, sedangkan di Dusun Kebruan genangan tercatat lebih tinggi, yakni antara 50 hingga 70 cm.

Pras (39), warga setempat mengatakan air naik relatif cepat setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. “Sekitar jam delapan kurang, air mulai masuk ke rumah. Di Kebruan cukup tinggi, warga sudah mulai waspada,” ungkapnya.

Sugeng menambahkan, BPBD terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta relawan setempat. “Kami siagakan petugas untuk antisipasi kenaikan debit susulan. Warga kami imbau tetap waspada dan segera melapor jika kondisi memburuk,” tegasnya. (pik/why)


Share to