Gubernur Khofifah Temui Korban Banjir Kraksaan Probolinggo

Hilal Lahan Amrullah
Hilal Lahan Amrullah

Tuesday, 24 Feb 2026 05:07 WIB

Gubernur Khofifah Temui Korban Banjir Kraksaan Probolinggo

ASESMEN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama tim Pemprov Jatim melakukan asesmen di sejumlah lokasi terdampak banjir Kraksaan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (23/2/2026) meninjau dampak banjir Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Bersama tim Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah menemui sejumlah korban banjir.

Kunjungan Gubernur Khofifah disambut langsung Bupati Probolinggo Gus dr Moh. Haris dan Wakil Bupati Ra Fahmi AHZ, serta Forkopimda Kabupaten Probolinggo. Rombongan mengunjungi posko pencana banjir di kantor Kecamatan Kraksaan.

Gubernur Khofifah menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis kepada Bupati Gus Haris, didampingi Wabup Ra Fahmi. Selanjutnya Gubernur Khofifah meninjau beberapa titik lokasi banjir.

Lokasi pertama ke Pondok Pesantren Syech Abdul Qodir Al Jailani, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan. Rombongan sekaligus melihat longsoran TPT yang bersebelahan dengan Gedung Universitas Terbuka Pokja Syech Abdul Qodir Al Jailani. Gubernur berinteraksi dengan jajaran pengasuh pesantren dan warga. Gubernur memberikan sembako dan uang, serta peralatan rumah tangga, dan lain sebagainya kepada warga.

Peninjauan berikutnya di Kampung Madura, Kelurahan Kraksaan Wetan. Ratusan warga turut menyambut kedatangan orang nomor satu di Jawa Timur itu. Gubernur belusukan ke rumah warga yang sibuk membersihkan kotoran banjir di tempat tinggalnya.

Diketahui, Kraksaan mengalami banjir usai Sungai Kertosono meluap hingga meluber, Sabtu (20/2/2026) lalu. Selain Kecamatan Kraksaan, banjir terjadi pula di empat kecamatan lain, yaitu Krejengan, Gading, dan Besuk. Berikutnya, bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Kotaanyar.

Sementara, Gubernur Khofifah menyatakan bahwa Pemprov Jatim telah mengantisipasi dan melakukan mitigasi terhadap bencana alam sejak Desember 2025 sampai 10 Februari 2026. Pemprov Jatim melakuan operasi modifikasi cuaca (OMC).

“Operasi modifikasi cuaca ini memang 100 persen APBD Provinsi. Pemerintah pusat melalui BNPB belum bisa support operasi modifikasi cuaca. Jadi pada Bulan Desember kemarin relatif kita bisa melakukan pencegahan, januari juga relatif. Januari kita cegah banjir dari titik mana ke titik mana. Misalnya dari BMKG itu lima titik, kita bisa dua atau tiga titik cegah, yang tidak terinvensi dengan OMC, akhirnya kemudian bibit-bibit awan yang sudah matang misalnya akhirnya terjadi hujan,” papar Khofifah.

Menurutnya, dari 10 Februari 2026, Pemprov Jatim belum melakukan lagi, karena harus memperbarui kontrak. Kontrak untuk melakukan OMC butuh waktu cukup panjang. Termasuk kontrak sewa pesawat cessna, yang bisa menampung 1.000 kilogram garam disemai di laut dan 1.000 kilogram kapur di darat. “Jadi itu dipisah, supaya intensitas hujan tidak terlalu berat,” jelas Khofifah.

Gubernur Khofifah bersama Sekdaprov sekaligus kepala BPBD Provinsi Jatim telah menyampaikan apabila ada titik yang diwaspadai kemungkinan terjadi hujan dengan intensitas tinggi, memang harus dilakukan OMC. Tetapi bahwa untuk melakukan perjanjian kembali OMC, tidak bisa hari ini.

“Nanti kita rapatkan di kantor Kecamatan, kita cocokkan dengan data bupati. Terutama mobilitas masyarakat akan sangat tinggi pada saat Idul Fitri. Titik mana yang bisa kita maksimalkan. Karena kalua bangun jembatan rasanya satu bulan tidak cukup, tapi tetap harus dimulai. Supaya masyarakat terkonfirmasi bahwa pergerakan untuk merespon sudah dimulai,” ungkapnya.

Gubernur Khofifah mengaku membawa tim yang biasa membangun jembatan, mengurus sungai, hingga melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. “Yang kami bawa relatif lengkap. Saya rasa mereka sambil melakukan assessment, mudah-mudahan TPT yang di Pesantren Syech Abdul Qodir Al Jailani itu bisa segera direhab,” tegasnya.

Sementara, Bupati Gus Haris mengatakan, bencana yang terjadi di bulan Ramadan ini tidak bisa dihindari. Pemkab Probolinggo hanya bisa meminimalisir efek dari bencana. “Kita dipaksa belajar tentang arti sabar. Prinsip pemerintah akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Apapun caranya akan selalu kami lakukan sebaik mungkin,” terangnya.

Gus Haris bersyukur Pemprov Jatim mau hadir membantu. Semua ini akan tertangani. Penanganannya ada stepnya. “Kita upayakan seperti yang disampaikan beliau, bahwa yang urgen harus tertangani dulu, termasuk evakuasi, kesehatan masyarakat yang ada beberapa titik memang terputus. Ini yang kita coba tangani lebih awal. Selebihnya, pembangunan jempatan pasti akan ada di jangka menengah, hingga jangka panjang,” tegasnya. (hla/why)


Share to