Longsor Terjang Bukit Kedaluh dan Dingklik, 7 Motor Tertimbun di Jalur Wisata Penanjakan

Amal Taufik
Amal Taufik

Wednesday, 25 Feb 2026 13:50 WIB

Longsor Terjang Bukit Kedaluh dan Dingklik, 7 Motor Tertimbun di Jalur Wisata Penanjakan

LONGSOR: Titik longsor di wilayah Tosari, Kabupaten Pasuruan. (Foto: istimewa)

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Tosari sejak Selasa (24/02/2026) hingga Rabu (25/2/2026) dini hari memicu bencana tanah longsor di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dua titik longsor terjadi di Bukit Kedaluh, jalur menuju Penanjakan, serta di Bukit Dingklik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan longsor pada Rabu dini hari pukul 01.00 WIB setelah wilayah Tosari diguyur hujan cukup lama disertai angin kencang.

“Sejak Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB hingga Rabu dini hari hujan turun cukup deras disertai angin. Sekitar pukul 01.00 WIB terjadi longsor di Bukit Kedaluh dan Dingklik,” ujar Sugeng.

Di Bukit Kedaluh, tebing sepanjang kurang lebih 20 meter dengan tinggi sekitar 10 meter ambrol dan menutup badan jalan. Material tanah dan batu menimbun 7 unit sepeda motor yang berada di sekitar lokasi. Sementara di Bukit Dingklik, longsor dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 5 meter juga terjadi, namun tidak menimbulkan kerugian material.

Sugeng memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun jalur wisata dari Wonokitri menuju Penanjakan sempat terhambat karena material longsor menutup akses jalan. “Korban jiwa nihil. Dampak utamanya akses wisata terganggu dan ada tujuh kendaraan roda dua yang tertimbun di Kedaluh,” jelasnya.

Pasca kejadian, warga bersama aparat Kecamatan Tosari, perangkat desa, dan petugas TNBTS langsung melakukan evakuasi material longsor. Aparat kecamatan juga melakukan pengecekan ulang di sejumlah titik untuk memastikan kondisi aman. Koordinasi turut dilakukan dengan Polsek dan Koramil Tosari.

"Kami merekomendasikan pemantauan berkala terhadap kondisi tebing di sekitar lokasi, pemasangan rambu peringatan di titik rawan longsor, serta penguatan koordinasi lintas instansi mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan," kata Sugeng. (pik/why)


Share to