Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-06 17:03:49

Demo di DPRD, Aliansi Mahasiswa Banyuwangi: Turunkan Harga BBM

BAKAR BAN BEKAS: Aksi demo Aliansi Mahasiswa Banyuwangi di depang Gedung DPRD Banyuwangi, Selasa (6/9/2022). Melalui aksi ini, para mahasiswa menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Kenaikan harga BBM juga direspons dengan aksi demo mahasiswa di Banyuwangi. Selasa (6/9/2022) siang Aliansi Mahasiswa Banyuwangi melakukan demonstrasi di depan gedung DPRD Banyuwangi. Melalui aksi itu, mahasiswa mengajukan 7 tuntutan untuk disampaikan ke Pemerintah Pusat. Salah satu tuntutannya adalah penurunan harga BBM (Bahan Bakar Minyak).

Demonstrasi yang digelar sejak pukul 14.30 WIB tersebut diikuti sekitar 100 mahasiswa. Mereka berasal  dari beberapa organisasi, yaitu GMNI, IMM, HMI dan BEM se-Banyuwangi.

Baca Juga : Soal Banyaknya Plt, Gus Munib: Kita Tunggu Reformasi Birokrasi

Aliansi Mahasiswa Banyuwangi ini menyatakan 7 tuntutan, yaitu turunkan harga BBM; evaluasi SKK dan BPH Migas; berantas mafia migas; copot menteri ESDM; lakukan revisi Perpres  191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Jual Harga eceran BBM untuk mempertegas pihak - pihak yang menerima subsidi; laksanakan Pasal 33 UUD 1945; dan terakhir, mendesak DPRD Banyuwangi untuk mengawal tuntutan tersebut.

Baca Juga : Tarif Tidak Naik, Gapasdap Banyuwangi Kurangi Trip Pelayaran

Kordinator Aksi Aris Rahmatulloh mengatakan, mahasiswa menyesalkan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM. "Kenaikan harga BBM bersubsidi kali ini tidak wajar dan terkesan terburu - buru," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah harusnya memikirkan inflasi yang akan terjadi bila kenaikan itu diterapkan. Dampaknya tidak akan selesai dengan hanya memberi bantuan sebesar Rp 600 ribu. "Banyak hal yang perlu dievaluasi sebelum pemerintah menaikan harga BBM. Seharusnya memprioritaskan kebutuhan primer bukan kebutuhan sekunder," bebernya.

Dalam aksi ini mahasiswa meminta wakilnya di DPRD Banyuwangi keluar dan ikut memberikan statemen, serta berjanji menyampaikan tuntutanya ke pemerintah pusat. Mahasiswa juga menuntut ada hearing terbuka dengan mahasiswa, guna menyikapi tuntutan para mahasiswa.

Sementara itu, anggota DPRD Banyuwangi Eko Hariyono mengatakan, pihaknya beserta beberapa anggota DPRD Banyuwangi sudah menemui aliansi mahasiswa. Pihaknya siap menyuarakan tuntutan dari mahasiswa terkait BBM. "Kami akan mengawal tuntutan yang diajukan mahasiswa," ujar  anggota dewan dari Fraksi PDIP itu.

Eko mengaku sangat mengapresiasi suara mahasiswa sebagai keterwakilan langsung dari keluh kesah rakyat. Pihaknya juga akan mendorong fraksi lain untuk mengawal tuntutan ini. "Kami akan lakukan koordinasi langsung terkait tuntutan mahasiswa ke tingkat DPRD Provinsi hingga DPR RI," tandasnya. (rl/why)