Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-13 18:09:42

Dituding Menganiaya Bapak-Anak, Tenaga Honorer Pemkot Probolinggo Berikan Klarifikasi

LURUSKAN INFORMASI: Agus (kiri) memberikan klarifikasi perihal kasus penganiayaan yang dilakukannya pada tetangganya. Ia menganiaya korban karena sebelumnya, korban menganiaya ibunya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pengakuan kasus pemukulan bapak-anak bernama Ahmad Saihu, 46, dan Rais Putri, 20, direspons Agus, 31, terduga pelaku yang juga tenaga honorer di Pemkot Probolinggo. Agus mengaku, pemnganiayaan itu dilakukan karena BH, ibunya, dikeroyok Saihu dan anaknya.

Disisi lain, Agus juga melaporkan kasus pemukulan ibunya oleh Ahmad Saihu ke Polres Probolinggo Kota. Hal itu diketahui saat, Agus menyampaikan klarifikasinya kepada awak mediasiang.

Baca Juga : DPRD dan Pemkot Probolinggo Sahkan APBD 2022, F-NasDem: Inkonstitusional!

Hal itu disampaikan Agus pada tadatodays.com, Jumat (12/11/2021). Ia mengaku, sebelumnya Saihu mencaci-maki ibunya. Tak hanya itu, Agus juga menuding Saihu memukul sang ibu hingga terjatuh. Tak terima ibunya dipukul, Agus pun mendatangi Saihu.

Baca Juga : Gempur Peredaran Rokok Ilegal, Diskominfo Kota Probolinggo Gencar Lakukan Sosialisasi

Mulanya, ia ingin menanyakan alasan pemukulan tersebut. Namun, mereka terlibat cekcok yang berujung pada pemukulan oleh Agus. Namun, Agus membantah memukul Rais Putri. “Saya fokus memukul Saihu, bukan anaknya. Kemungkinan kena senggol saat melerai,” katanya ketika ditanya soal luka yang diderita Rais Putri.

Agus juga heran, dagu Saihu robek hingga menderita 8 jahitan. Padahal, saat itu ia memukul dengan tangan kosong. Agus juga membantah memukul Saihu menggunakan kunci motor. “Motor saya ada di luar rumahnya, dan kontak motornya melekat,” katanya. Agus juga membantah mengambil celurit. Ia balik menuding Saihu yang mengambil celurit.

Ditanyakan penyebab cekcok ibunya dengan Saihu, Agus mengaku tidak tahu. Alasannya, selama berumah tangga, ia jarang ke rumah orang tuanya. Saat itu, BH juga tidak menceritakan ikhwal penganiayaan tersebut.

“Terus terang saya tidak tahu masalahnya. Makanya, saya mau nanya ke Saihu. Saihu yang mau ambil celurit, untung ada warga. Malah rumah saya digembok, khawatir Saihu menyerang ke rumah ibu saya,” katanya.

Saat ditanya, kenapa hingga saat ini tidak mendatangi rumah Saihu untuk menempuh jalan kekeluarhgaan, Agus menjawab sudah diselesaikan oleh warga. Baik RT, RW, dan Babinsa telah menyelesaikan kasus tersebut secara damai. “Kan sudah didamaikan saat itu. Kami bersedia kok permasalahan ini diselesaikan dengan cara damai,” tegasnya. (ang/sp)