Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-08 19:16:37

DPRD Banyuwangi Bakal Bahas Raperda tentang Larangan Rentenir

RAPERDA: Anggota DPRD Banyuwangi Syamsul Arifin mengatakan bahwa regulasi terkait larangan praktik rentenir sangat dibutuhkan masyarakat Banyuwangi. Karena itu, DPRD akan kembali membahas Raperda tentang Larangan Rentenir yang tertunda pada 2016.

BANYUWAANGI, TADATODAYS.COM - DPRD Banyuwangi kembali mewacanakan pembahasan Raperda Larangan Rentenir. Wacana itu muncul setelah adanya kejadian warga Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, yang didatangi rentenir pada Jumat (4/3/2022). Kejadian itu viral di media sosial.

Anggota DPRD Banyuwangi Syamsul Arifin mengatakan, saat ini pihaknya berencana akan kembali melanjutkan pembahasan Raperda tentang Larangan Rentenir.

Baca Juga : DPRD Banyuwangi Desak Segera Perbaiki Jalan-Jalan Rusak

Syamsul mengatakan, sebelumnya pada 2016, Raperda Larangan Rentenir sudah selesai dibahas yang diinisiasi oleh Fraksi PPP. Namun raperda tersebut belum bisa disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), dikarenakan ada evaluasi dari Pemerinah Provinsi Jawa Timur. “Kurang 3 bab, saat itu," katanya.

Baca Juga : Rampungkan Pembahasan 6 Raperda, 3 Pansus DPRD Kota Probolinggo Menyerahkan Laporan Kerja

Dengan begitu, kata Syamsul, DPRD akan mengangkat kembali raperda tersebut dalam pokok-pokok Raperda tahun 2022. "Kita ajukan lagi raperda dengan cara adendum," ujarnya.

Menurut Syamsul, regulasi terkait larangan rentenir sangat dibutuhkan karena banyaknya warga yang berpenghasilan pas-pasan terjerat rentenir. (rl/don)