Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-02 20:54:09

DPRD Kabupaten Probolinggo Akan Usulkan Perda Tata Niaga Tembakau

USUL: Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo saat memanggil sejumlah perwakilan gudang tembakau di Probolinggo. DPRD berencana membuat perda tata niaga tembakau untuk melindungi petani.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo akan berkoordinasi dengan pemkab setempat guna mengusulkan perda tata niaga tembakau. Perda tersebut, salah satunya akan mengatur tentang larangan gudang tembakau yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo untuk mengambil tembakau dari luar daerah.

Hal itu di sampaikan langsung oleh Andi Suryanto Wibowo, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo. Ia mengatakan, pihaknya akan mencari solusi terbaik yang tidak merugikan petani maupun pihak gudang.

Baca Juga : Hujan, Petani Tembakau di Probolinggo Resah

"Ini nanti masih kami cetuskan perd tersebut. Kita kaji intinya, cari win-win solution,  terutama petani jangan sampai ada yang dirugikan," tuturnya pada Tadatodays.com.

Baca Juga : Aksi Demo Tolak Omnibus Law di Kabupaten Probolinggo Berujung Ricuh

Hal itu dilakukan agar para petani di wilayah Kabupaten Probolinggo tidak resah ketika hendak memasuki masa tanam. Mereka juga tak perlu khawatir tembakaunya tak terbeli.

Tahun ini, diprediksi hasil panen di wilayah Kabupaten Probolinggo berkisar antara 12-13 ribu ton tembakau. Jika ini tidak dihabiskan, maka petani akan mengalami kerugian.

"Kita lihat saja nanti, intinya nanti kita mengatur agar ada kenyamanan dan ketentraman bagi petani. Sehingga para petani tidak ada pemikiran yang aneh-aneh lah dan terjamin untuk hasil tanamannya," ucap politisiPartai Nasdem ini.

Sementara itu, Boy Jonatan, supervisior PT. Gudang Garam Paiton, mengaku pihaknya sampai saat ini masih belum mengambil pasokan tembakau dari luar daerah. Pihaknya masih akan menghabiskan stok yang ada di wilayah setempat dahulu.

"Kalau pasokan dari luar sampai sekarang tidak ada. Di sini saja kita masih belum beli, harapan kita habiskan dulu untuk paiton, kasihan petani," paparnya, usai rapat koordinasi di kantor DPRD Probolinggo.

Ia meminta petani bersabar dahulu. Khususnya petani asal Paiton. Boy menegaskan bahwa tembakau di wilayah Kecamatan Paiton dipastikan akan laku terjual semua. Ia berharap tidak akan ada lagi aksi tebang pohon dan bakar tembakau. (zr/hvn)