Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-07-14 22:43:39

Finalis Anvapro 2022; Kartu PTO, Inovasi Kontrol Terapi Obat ala Puskesmas Jati

KARTU PTO: Tim juri Anvapro 2022 melihat langsung penerapan Kartu PTO yang menjadi inovasi di Puskesmas Jati.

PROBOLINGGO, TADATODAYS. COM - Inilah kartu PTO atau Pemantauan Terapi Obat. Sebuah inovasi dari Puskesmas Jati yang berhasil masuk 12 besar Anvapro 2022 gelaran Bappeda – Litbang Kota Probolinggo. Kartu PTO berguna untuk mengontrol berlebihnya obat yang dimiliki pasien Puskesmas Jati. Kamis (14/7/2022) tim juri Anvapro 2022 mengunjungi Puskesmas Jati. Mereka memantau langsung efisiensi dari kartu PTO Puskesmas Jati.

Drg Ratih selaku ketua tim inovator kartu PTO mengatakan, inovator dari kartu PTO ini adalah Dwi Setiyo Kartiningdiah, yang merupakan apoteker di Apotek Puskesmas Jati. Mulanya, Dwi melihat banyak pasien, khususnya pasien hipertensi dan diabetes melitus yang memiliki obat tak terpakai. "Di Puskesmas Jati sendiri, dua penyakit ini menjadi 10 penyakit terbanyak setiap tahunnya. Sehingga pemakaian obatnya tinggi dan kelebihan, " jelas Ratih.

Baca Juga : Bappeda Litbang Menggelar Puncak Anvapro 2022; Walikota: Yang Paling Penting dalam Berinovasi adalah Kemauan

Ia mengetahui penyebab kelebihan pemakaian obat itu dengan melakukan observasi pada pasien penderita penyakit kronis pada bulan Januari 2021. Kemudian, ia menyimpulkan bahwa kelebihan pemakaian obat dikarenakan adanya ketidakpatuhan waktu kontrol. Sebagian besar pasien berkunjung lebih awal dari waktu kontrol yang telah ditentukan, sehingga terdapat penumpukan obat pada pasien tersebut.

Baca Juga : Bappeda Litbang Gelar Puncak Anvapro 2022; Walikota: Yang Paling Penting dalam Berinovasi adalah Kemauan

Nah, berangkat dari masalah itu, Puskesmas Jati akhirnya mencoba penerapan inovasi di tahun 2021. Tim inovator Puskesmas Jati memastikan pasien yang berkunjung telah mematuhi waktu kontrol, sehingga tidak terjadi penumpukan obat pada pasien. Selanjutnya, perhitungan pemakaian obat untuk terapi pasien penderita penyakit kronis menjadi lebih efisien. "Akhirnya setelah ada kartu PTO ini, terapi obat pasien dapat dikontrol, " terang Ratih. 

Dampak dari inovasi ini cukup memuaskan. Dengan menerapkan kartu PTO, pada tahun 2021 terjadi penurunan yang signifikan pada kelebihan pemakaian obat. Terapi pasien penderita penyakit kronis menjadi 11,6 persen, dimana kelebihan pemakaian obat di tahun 2020 sebesar 14 persen, turun menjadi hanya 2,4 persen di tahun 2021.

Detailnya, pada tahun 2021, perencanaan pemakaian obat penyakit kronis sebesar 34.200 tablet untuk masing-masing obat anti hipertensi dan antidiabetes dengan total 68.400 tablet. Sedangkan realisasi pemakaian obat sebesar 34.982 tablet obat antihipertensi dan 35.068 tablet obat antidiabetes dengan total 70.050. Dapat disimpulkan bahwa total kelebihan pemakaian obat di tahun 2021 adalah sebesar 1.650 tablet atau hanya sebesar 2,4 persen.

Selanjutnya, kartu PTO ini dibawa oleh masing-masing pasien. Nantinya akan dilakukan pengecekan setiap pasien berkunjung ke Puskesmas Jati. (alv/why)