Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-27 20:11:31

Hadapi Arus Mudik, Ini Persiapan Dinas Perhubungan Banyuwangi

LAYANAN: Petugas Dinas Perhubungan Banyuwangi juga akan ditugaskan di Pos Pengamanan Lebaran 2022. Selain menerjunkan personel, Dishub juga terus mengecek fasilitas pendukung untuk mengawasi arus lalu lintas selama arus mudik tahun ini.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyuwangi telah menyiapkan langkah menyambut momen mudik tahun 2022. Mulai dari kesiapan personel di lapangan, hingga fasilitas penunjang kelancaran lalu lintas.

Untuk jumlah personel yang akan bertugas selama arus mudik sejumlah 920 orang, yang terdiri petugas gabungan. Seperti Dishub, Polri, TNI dan personel dari unsur lainnya. Seluruh personel akan disebar di 19 pos pelayanan maupun pos pengamanan.

Baca Juga : H+5 Puncak Arus Balik di Terminal Tawang Alun Jember

Plt Kepala Dishub Banyuwangi Dwiyanto mengatakan, personel gabungan itu juga akan ditugaskan di terminal, pelabuhan dan bandara. “Petugas disiagakan untuk memberikan bantuan kepada pemudik apabila terjadi permasalahan di jalan, baik kecelakaan atau kemacetan lalu lintas," ujarnya.

Baca Juga : 203 Ribu Pemudik Balik ke Bali, Terhitung Baru 65 Persen

Khusus untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, Dishub Banyuwangi telah membuat peta titik rawan kemacetan. Ada 4 kawasan rawan kemacetan yang kerap terjadi di Banyuwangi. Seperti, di jalan nasional yang terdapat pasar baik di Kecamatan Genteng, Rogojampi, Banyuwangi atau Ketapang. "Apabila kemacetan relatif masif maka, dilakukan upaya rekayasa lalu lintas melalui jalan alternatif," katanya.

Dwiyanto menuturkan bahwa pihaknya juga telah mengecek kondisi fasilitas penunjang pengawasan lalu lintas. Salah satunya memastikan kondisi kamera pemantau atau CCTV yang terpasang di 24 titik traffic light berfungsi dengan baik.

Selain itu Dishub Banyuwangi juga punya sistem kontrol lalu lintas tersendiri untuk memantau arus lalu lintas, sekaligus difungsikan untuk menekan pelanggaran di jalan. Yakni Area Traffic Control System (ATCS). Sistem tersebut berbasis digital dan terintegrasi melalui kamera CCTV yang terpasang di sejumlah ruas jalan di Banyuwangi. 

Sistem tersebut, kata Dwiyanto, juga sudah dilengkapi traffic voice untuk memberitahukan kepada pengendara yang tertangkap melanggar aturan. Melalui sistem tersebut, pengendara yang melanggar akan langsung mendapat teguran dari operator pengawas yang memantau melalui komputer dan layar besar di ATCS Dishub.

Untuk memaksimalkan pengawasan lalu lintas, Dishub Banyuwangi telah berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Banyuwangi. “Termasuk (menentukan) pola yang akan diterapkan jika terjadi penumpukan kendaraan,” tuturnya. (rl/don)