Febri Wiantono


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-02 22:30:11

Harga Pupuk Subsidi Meroket, Gabah Anjlok

NESTAPA: Petani di Banyuwangi tak hanya mengeluhkan mahalnya harga pupuk subsidi, tapi juga anjloknya harga jual gabah.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Petani di Banyuwangi kini mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi. jika berhasil mendapatkan, harganya pun selangit.

Bonirahayu, 50, petani di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, mengatakan bahwa harga pupuk subsidi Urea di tingkat kios mencapai Rp 125 ribu per karungnya. Sedangkan kalau eceran per kilonya sekitar 3 ribu rupiah. "Padahal dulu 100 ribu per sak," kata Bonirahayu, Jumat (2/04/2021).

Baca Juga : ADPI Jawa Timur Beber Penyebab Petani Sulit Dapatkan Pupuk Subsidi

Menurut pria yang karib disapa Boni ini, mahalnya harga pupuk membuat petani semakin menjerit. Pasalnya, kondisi itu dibarengi dengan harga jual gabah yang anjlok dan tak sebanding dengan besarnya biaya tanam yang dikeluarkan petani. "Tidak sesuai dengan pendapatan," ujarnya.

Baca Juga : Tiga Petani Tersambar Petir, Satu Tewas, Satu Alami Gangguan Pendengaran

Boni menyampaikan, bahwa harga gabah di tingkat petani berkisar Rp 3900 hingga Rp 4000 per kilogramnya. Sedangkan hasil panen sebelumnya harga gabah bisa sampai Rp 4600 per kilogram. Menurutnya, anjloknya harga gabah itu dipengaruhi oleh cuaca ekstrem serangan hama. "Sehingga kualitas gabah kurang bagus," katanya.

Kini, petani di tanah Blambangan itu berharap agar pemerintah bisa mengembalikan harga pupuk subsidi seperti semula, serta menaikkan harga gabah. (peb/don)