Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-22 19:52:59

Hartanya Dicuri, Owner Arisan Online Laporkan Dua Anggotanya

ARISAN: Firza (paling kiri), bersama keluarganya saat mendatangi Mapolres Probolinggo Kota, Rabu (22/12). Ia melaporkan kasus dugaan pencurian yang dilakukan oleh dua orang anggota arisannya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Owner Arisan bernama Firza Oktafianti, 25, dan suaminya, Rendianto, 28, warga Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, melaporkan dua anggota arisannya atas kasus pencurian harta benda di rumahnya ke Mapolres Probolinggo Kota, Rabu (22/12) siang. Sebelumnya, owner arisan itu disebut-sebut tidak akan membayar setoran arisan sebesar total Rp 8 juta.

Dua orang anggota arisan yang dilaporkan itu adalah Lufi Astri Wahyuni, warga Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, dan Wahidatul Fitria, warga Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok.

Baca Juga : Dua Motor di Kraksaan Dimaling Sekaligus

Keduanya dilaporkan telah mencuri satu unit motor Honda Vario, kursi, pakaian, mesin cuci dan sangkar burung senilai Rp 10 juta. Barang-barang tersebut diangkut menggunakan mobil pikap, Senin (13/12/2021) lalu, sekira pukul 21.00 sampai 03.00 WIB.

Baca Juga : Kasus Pencurian Sepeda Pancal juga Marak di Kota Probolinggo

Informasi yang dihimpun tadatodays.com, kasus pencurian itu bermula dari dugaan anggota arisan bahwa Firza dan suaminya tidak akan membayar setoran arisan milik Fifi -panggilan Lutfi- sebesar Rp 5 juta, dan uang arisan milik Fitri sebesar Rp 3 juta. Fifi dan Fitri menduga, bahwa owner arisan online itu akan melarikan diri.

Karena tak ingin uangnya hilang begitu saja, keduanya pun mengambil barang berharga milik Firza. Aksi itu dilakukan saat Firza dan keluarganya sedang tidak berada di rumah, dengan mengajak dan disaksikan anggota arisan lainnya.

Ditemui di Mapolres Probolinggo Kota, sekira pukul 12.30 WIB, Firza Oktafianti didampingi suaminya terlihat menangis karena insiden tersebut. Firza mengaku jika pihaknya tidak akan melarikan diri. "Karena tidak memiliki uang, saya masih mencari utangan uang. Bukan kabur," ujarnya, sambil meneteskan air mata.

Selain itu, perempuan yang menjadi bandar arisan online sejak 1,5 tahun ini menyebutkan, selama menekuni kegiatan tersebut ia selalu menyetor uang arisan ke anggotanya tepat waktu. Bahkan, ia memiliki bukti-bukti transfer.

Ia menganggap, jika pencurian tersebut hasil provokasi dari Fitri, hingga anggota lainnya turut melakukan.

Pasca kejadian itu, Firza merasa takut jika didatangi anggota arisan. Bahkan, ia sampai tidur di SPBU selama dua hari. "Saya takut mobil juga diambil,” katanya.

Sementara itu, Mochammad Saleh, 52, mertua Firza, mengatakan bahwa ia bertemu dengan Fitri dan dua anggotanya lainnya di rumah Firza. "Mereka juga menyebut kalau mau ambil barang. Saya bilang jangan,” kata Saleh.

Tak lama setelah itu, barang-barang di dalam rumah sudah diangkut oleh anggota arisan.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Teddy Triandani hingga pukul 18.20 WIB belum menjawab pesan singkat dan telepon tadatodays.com terkait laporan kasus tersebut. (ang/don)