Jember Kembali Terapkan Parkir Berlangganan, PAD Diproyeksi Rp 23 Miliar

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Sabtu, 15 Aug 2026 15:07 WIB

Jember Kembali Terapkan Parkir Berlangganan, PAD Diproyeksi Rp 23 Miliar

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan penerapan kembali parkir berlangganan mulai bulan depan. Kebijakan ini diproyeksikan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir hingga Rp 23 miliar.

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengatakan, penerapan kembali parkir berlangganan tengah diproses setelah Pemkab Jember mengusulkan kebijakan tersebut kepada Bapenda Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, usulan itu disampaikan Bupati Jember berdasarkan rekomendasi Dinas Perhubungan serta Bapenda Provinsi.

DPRD Jember kini tengah menyiapkan surat rekomendasi sebagai bagian dari proses administrasi. “Sekarang sudah diproses oleh DPRD untuk dikeluarkan surat rekomendasi atas permintaan dari Bapenda Provinsi,” kata Halim usai rapat paripurna istimewa DPRD Jember, Jumat (14/8/2026).

Ia menjelaskan, penerapan parkir berlangganan sebelumnya telah diatur dalam peraturan daerah. Namun, terdapat sejumlah ruas jalan yang secara teknis perlu diatur kembali bersama Dinas Perhubungan dan Bapenda Provinsi.

Halim menyebut skema parkir berlangganan berpotensi memberikan pemasukan jauh lebih besar dibandingkan sistem parkir manual. Berdasarkan proyeksi Dinas Perhubungan, pendapatan dari parkir berlangganan dapat mencapai sekitar Rp 23 miliar.

Sedangkan ketika menggunakan sistem manual, pendapatan yang masuk hanya sekitar Rp 1,5 miliar. “Artinya ada peningkatan pendapatan daerah yang menurut proyeksi dari Dinas Perhubungan itu sebesar Rp 23 miliar,” ujarnya.

Meski demikian, penerapan kebijakan tersebut masih menunggu proses administrasi dan persetujuan dari Bapenda Provinsi Jawa Timur.

Halim berharap proses tersebut dapat segera rampung sehingga parkir berlangganan kembali diterapkan dalam waktu dekat. “Secepat-cepatnya, harapannya di bulan depan sudah bisa diterapkan,” katanya. (dsm/why)


Share to