Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-25 22:21:25

Jumlah Kendaraan Bertambah, tapi Setoran Parkir Tetap

PARKIR: Petugas parkir di Jalan Dr Soetomo saat membantu melancarkan arus lalu lintas, di tengah kesibukannya menjaga parkir kendaraan yang jadi penyumbang retribusi.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Jumlah pemilik kendaraan bermotor setiap tahunnya di Kota Probolinggo selalu meningkat. Namun, penambahan itu tak diikuti dengan bertambahnya setoran retribusi parkir dari satu orang petugas parkir yakni Rp 20.000 dalam satu kali bekerja.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Agus Effendi saat dikonfirmasi melalui via telepon mengatakan, pihaknya sudah melakukan survei pada minggu lalu sebelum menaikkan setoran tersebut. Tapi untuk hasilnya, akan diketahui pada Senin, (26/4/2021). "Bisa atau tidak (naikkan setoran),” kata Agus

Dikatakannya, jika jumlah kendaraan bertambah maka kenaikan tentu bisa dilakukan. Akan tetapi ia masih akan mencari aturannya sebelum benar-benar menaikkan setora. “Khawatir salah," katanya

Agus menjelaskan, penggunaan retribusi di tempat parkir yang dikelola oleh dishub yakni area parkir di pinggir jalan atau di depan toko. Sedangkan parkir di tempat pembelanjaan dikelola Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah. "Bukan retribusi, tapi pajak" ujarnya

Mantan Kasatpol PP ini menerangkan, untuk target Pendapatan Asli Daerah dari sektor retribusi pada tahun 2020 sebesar Rp 4,8 miliar. Kemudian pada tahun 2021 dinaikkan menjadi Rp 5,4 miliar. Akan tetapi, target itu termasuk ujir KIR kendaraan dan di terminal Kargo Mayangan. "Tahun 2020 melampaui target sebesar 111 persen," tuturnya.

Terpisah, salah satu petugas parkir di Jalan Dr Soetmo yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa ada 6 orang petugas di area parkir wilayahnya. Setiap harinya, dibagi menjadi tiga kali piket dan satu kali piket ada 2 orang. "Setiap orang menyetor 20.000 rupiah," katanya.

Menurutnya, penarikan retibusi parkir sebesar Rp 1000 kepada pelanggan hanya dilakukan kepada kendaraan dari luar Kota Probolinggo. "Kadang orangnya ngasi 2000," katanya. (ang/don)