Kekeringan Mengintai, BPBD Jember Siaga Air Bersih hingga Antisipasi Karhutla

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Monday, 27 Apr 2026 16:26 WIB

Kekeringan Mengintai, BPBD Jember Siaga Air Bersih hingga Antisipasi Karhutla

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo

JEMBER, TADATODAYS.COM - Ancaman kekeringan mulai diantisipasi Pemerintah Kabupaten Jember. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat kini memetakan wilayah rawan, sekaligus menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah kawasan yang berpotensi mengalami krisis air bersih saat musim kemarau mencapai puncaknya. “Sejumlah titik sudah kami petakan. Ini menjadi dasar untuk langkah intervensi, terutama distribusi air bersih jika nanti kondisi semakin kering,” ujarnya saat ditemui, Senin (27/4/2026).

Secara umum, kata dia, wilayah selatan Jember dan kawasan perbukitan kerap menjadi titik rawan kekeringan. Dalam beberapa tahun terakhir, daerah seperti Puger, Wuluhan, hingga Tempurejo kerap menghadapi keterbatasan air bersih saat kemarau panjang.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah utara seperti Arjasa dan Sukowono yang memiliki karakteristik geografis berbukit dan sumber air terbatas.

Selain kekeringan, BPBD juga menaruh perhatian serius pada potensi kebakaran hutan dan lahan. Kekeringan yang berkepanjangan dinilai menjadi salah satu pemicu utama karhutla, terutama di kawasan hutan dan lahan terbuka.

Sejumlah kawasan hutan di wilayah selatan dan timur Jember, seperti Tempurejo hingga Silo, selama ini tercatat memiliki kerentanan terhadap kebakaran saat vegetasi mengering. Aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar juga menjadi faktor risiko yang terus diwaspadai.

“Kami sudah mulai lakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ini penting untuk menekan risiko karhutla,” tegas Edy.

Selain upaya pencegahan, BPBD juga menyiapkan skema respons cepat jika kebakaran terjadi. Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan TNI, Polri, dan relawan, telah diperkuat untuk memastikan penanganan bisa dilakukan secara cepat dan terukur.

Edy menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi dua ancaman ini. Ia mendorong warga untuk segera melapor jika menemukan indikasi kekeringan ekstrem maupun titik api di wilayahnya.

“Kalau ada tanda-tanda kekeringan parah atau muncul api, segera laporkan. Semakin cepat ditangani, semakin kecil dampaknya,” katanya.

BPBD Jember memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan dalam beberapa bulan ke depan. Langkah antisipatif ini diharapkan mampu menekan dampak kekeringan sekaligus mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jember. (dsm/why)


Share to