Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-27 13:00:03

Khawatir Terjadi Lonjakan Kasus Covid saat Tahun Baru, Ini Langkah Pemkab Jember

PENCEGAHAN: Bupati Jember Hendy Siswanto, mengimbau masyarakat untuk tidak berwisata saat pergantian tahun baru. Menurutnya, hal itu bisa memicu penyebaran kasus covid-19.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Menjelang pergantian tahun baru, Bupati Jember Hendy Siswanto minta masyarakat untuk tidak mengunjungi tempat wisata. Menurutnya, hal itu penting dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran varian baru virus covid-19, Omicron.

Bupati Hendy mengatakan, masyarakat Jember perlu belajar pada pengalaman libur Idul Fitri 2021 lalu. Dimana, menjelang Idul Fitri kasus covid mulai melandai. Kemudian saat masyarakat abai dengan tidak mematuhi prokes, pasca Idul Fitri kasus penyebaran covid di Kabupaten Jember naik dratis. "Kita harus belajar dari Idul Fitri kemarin," katanya, Senin (27/12).

Baca Juga : Gagalnya LPP APBD 2021 Tidak Bisa Ganjal Pembahasan APBD 2023

Oleh karena itu, meski Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian memperolehkan tempat wisata tetap buka dengan sistem pembatasan jumlah pengunjung, namun Hendy tetap menginginkan masyarakat menahan diri untuk tidak berwisata pada saat tahun baru 2022 mendatang.

Baca Juga : Marak Tambak Tak Berizin di Pantai Selatan, Pemkab Jember Siapkan Penertiban

Saat ini, sejumlah skema tekah disiapkan oleh Pemkab Jember. Di antaranya, melakukan pembatasan jumlah pengunjung d itempat-tempat wisata, mengimbau pengelola tempat wisata, dan juga menyiapkan isolasi terpadu (isolter) di Hotel Kebon Agung. Skema itu sebagai langkah antisipasi jika terdapat warga yang membutuhkan karantina karena terpapar omicron.

Isolter, kata Hendy, diprioritaskan untuk para pekerja migran yang diperediksi datang dari luar negeri jelang tahun baru. Pekerja migran menjadi perhatian khusus lantaran berpotensi tinggi membawa virus varian baru covid-19 itu. "Meski telah dinyatakan negatif, kita tidak tahu mereka dari mana saja," ujarnya. (as/don)