Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-28 22:47:55

Komisi III: Banyak Jalan di Kota Probolinggo Kondisinya Rusak

MENGELUPAS: Kondisi Jalan KH Dewantara, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, kondisinya mengelupas dan belum diperbaiki karena anggaran perbaikan jalan terkena refocusing.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sejumlah ruas jalan di Kota Probolinggo kondisinya banyak berlubang. Tak ayal, kecelakaan akibat kerusakan jalan pun kerap terjadi.

Seperti di sepanjangan Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Curahgrinting dan Kelurahan/Kecamatan Kanigaran.

Baca Juga : Tekan Biaya Pembelian Kertas, DPRD Ajukan Pengadaan Laptop

Silvia Ayu Rukmana, 30, Warga Kelurahan Curahgrinting yang rumahnya dekat jalan tersebut mengungkapkan, kondisi jalan berlubang ini sudah lama terjadi. Ia menyampaikan, dua minggu lalu aspal yang mengelupas sempat ditambal sulam oleh petugas.

Baca Juga : Sekwan Usul Mekanisme Uang Partai Diubah, Begini Reaksi Dewan

Ia menjelaskan, tambal sulam itu hanya di 2 titik lubang. Saat ia menanyakan kepada petugas kenapa tidak ditambal seluruhnya, petugas mengatakan bahwa tambal sulam itu menggunakan dana hasil swadaya. "Jadi tidak semua di tambal, " katanya.

Silvi menyebut, jalan berlubang itu sudah mengakibatkan lebih dari 4 pengedara motor yang terjatuh. Ia berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki agar tidak memakan korban.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Riyanto,  mengatakan bahwa ada sejumlah jalan di Kota Probolinggo yang kondisinya rusak. Seperti, Jl. Basuki Rahmat, Jl. Semeru, Jl Panjaitan, serta JL. Ki Hajar Dewantara.

Menurutnya, ruas jalan itu sudah masuk dalam rencana peningkatan jalan di tahun 2020 lalu. Tapi karena pandemi covid-19 dan anggaran terkena refocusing, peningkatan jalan itupun ditunda.

"Kalau Jalan KH Dewantara memakai dana Alokasi Khusus (DAK)," katanya.

Agus menerangkan, pada tahun 2021 pemerintah masih menunggu anggaran yang belum turun karena terganjal Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) yang belum rampung. "Ada sekitar 6 miliar. 2 miliar dari legislatif dan 4 miliar dari eksekutif," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kota Probolinggo, Andre Nirwana mengatakan, soal perbaikan jalan tersebut menjadi kewenangan Bidang Bina Marga. "Nanti saya koordinasikan sama Bina Marga dula, ya," tuturnya. (ang/don)