Lailiyah Rahmawati


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-16 14:10:13

Lima Kelas SDN Tidu Pasuruan Ambruk, Dewan Kritik Anggaran Prioritas Pendidikan

RUSAK PARAH: Kondisi runtuhan ambruknya lima kelas di SDN Tidu, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Sebanyak lima ruang kelas yakni kelas 1, 2, 4, 5, dan 6 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tidu I Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan ambruk. Rata-rata kerusakan ada pada atap kelas yang ambruk dan beberapa plafon jebol.

Kondisi menghawatirkan ini tidak bisa ditindaklanjuti cepat, karena Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pendidikan terkendala anggaran yang direfocusing.

Baca Juga : Reses Masa Persidangan Kedua Tahun 2020-2021 DPRD Kabupaten Pasuruan; Mas Dion Serap Aspirasi Masyarakat dan Susun Program Inovasi di Tengah Pandemi

Walhasil, Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan menargetkan paling cepat perbaikan SDN Tidu dilaksanakan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022.

Baca Juga : Reses Masa Persidangan Kedua Tahun 2020-2021 DPRD Kabupaten Pasuruan; Mas Dion Serap Aspirasi Masyarakat, Susun Program Inovasi di Tengah Pandemi

Hari Mulyono, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, juga sudah melihat langsung kondisi SDN Tidu I (16/3/2021) pagi.

Menurut Hari, pihaknya langsung berkoordinasi untuk mencari solusi bagi siswa dan guru di SDN Tidu. Apalagi jika Juli tahun ini Kemendikbud kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Ia menyampaikan, alternatif yang sedang disiapkan di antaranya menggunakan bangunan perpustakaan yang masih bagus, dan diberlakukan dobel shift.

Kemudian, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tidu. "Mungkin bisa meminjamkan ruangannya untuk kegiatan belajar mengajar nanti,” ujar Hari.

Refocusing atau realokasi anggaran untuk percepatan penanganan covid-19, ditambah berlakunya Sistem Informasi Pembangunan daerah (SIPD) memang menjadi kendala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan untuk bergerak cepat.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Sholichin, mengungkapkan hal senada. Menurutnya, pihaknya tidak tinggal diam dan terus mencari solusi untuk ambruknya kelas-kelas di SDN Tidu I.

“Kalaupun kami ajukan di P-APBD, kendala ada di SIPD dan juga lama pengerjaan rehab,” kata Sholichin.

Sementara, Sulis Purwanti Kepala SDN Tidu I saat ditemui menjelaskan, jika bangunan kelas-kelas di sekolah yang ia pimpin berasal dari DAK tahun 2007 dan DAK tahun 2009. Tahun yang cukup lama dan belum pernah ada rehab.

Ia pun lebih mengkhawatirkan kondisi keselamatan murid dan guru jika pada Juli nanti pembelajaran tatap muka dilaksanakan kembali. “Kondisinya sudah tidak mungkin untuk anak-anak belajar di dalam kelas," ujarnya.

Di sisi lain keprihatinan disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi. Andri mengungkapkan, seharusnya eksekutif segera bertindak cepat dengan memprioritaskan anggaran untuk pendidikan.

Politisi PDI Perjuangan itupun secara terang-terangan mengkritik Pemkab Pasuruan yang dinilai lebih memprioritaskan anggaran untuk hal-hal tidak penting. Salah satunya rencana rehab lapangan tenis di rumah dinas Bupati Pasuruan.

“Kondisi masyarakat susah begini kok malah memprioritaskan anggaran untuk hal-hal yang tidak urgent,” ujar AW, sapaan akrabnya.

Sementara atas kondisi itu, Sudiono Fauzan, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan pun menjanjikan pihaknya akan segera memanggil Dinas Pendidikan untuk membahas dan mencari solusi bagi SDN Tidu I. “Untuk membahas masalah di SDN Tidu,” ujar Dion. (ly/don)