Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-05-05 10:49:06

Oknum Petugas Lapas Jember Ditangkap karena Terlibat Kasus Penipuan CPNS

Ilustrasi: bondet mulyo/tadatodays.com

JEMBER, TADATODAYS.COM - Oknum petugas Lapas Kelas IIA Jember berinisial WY, ditangkap oleh petugas Polsek Bangunrejo, Kabupaten Banyuwangi karena diduga menjadi pelaku kasus penipuan berkedok bisa loloskan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Kepada korban yang merupakan warga Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi pelaku berjanji bisa menjadikan korban sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah Kemenkumham RI.

Baca Juga : Nama Wabup Probolinggo Dicatut untuk Donasi Pembangunan Sarana Ibadah

Namun janji itu tidak diberikan secara gratis. Supaya lolos dan resmi menjadi PNS Kemenkuham RI, korban diminta menyerahkan sejumlah uang sebagai penggantinya. Nominal yang diminta tak sedikit, yakni 350 juta rupiah.

Baca Juga : Gelapkan Motor dengan Cara Ajak Korban ke Vila di Prigen

Korban yang merasa ditipu lantaran pelaku tak kunjung memenuhi janjinya dan malah menghilang tanpa kabar, langsung melapor ke Mapolsek Bangunrejo.

Barulah pihak kepolisian Bangunrejo bergerak dengan melalukan panggilan terhadap terduga pelaku. Meski, telah dipanggil secara patut sebanyak dua kali, WY yang sehari-harinya berdinas di Lapas Kelas II A Jember itu, tak bergeming. Hingga akhirnya pada Senin (3/5/2021) malam lalu, Kepolisian Bangunrejo menjemput Paksa terduga pelaku usai pulang dinas.

Saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (5/5) pagi, Kepala Lapas Kelas II A Jember Yandi Suyandi, membenarkan penangkapan terhadap bawahanya tersebut. Yandi juga mengetahui dan membenarkan bahwa bahwa WY melalukan dugaan penipuan terhadap salah satu warga di Banyuwangi.

Pihaknya mengaku, sebelum dilakukan penangkapan kepolisian juga telah berkordinasi denganya. "Saya minta agar kepolisian menangkap WY usai jam dinas," kata Yandi.

Sebab, kata dia, saat pulang dari kantor WY sudah bukan lagi tanggung jawabnya melainkan telah menjadi masyarakat biasa.

Menurutnya, dugaan penipuan oleh WY yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Banyuwangi merupakan tindakan pribadi dan tidak berkaitan dengan jabatanya sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIA Jember. "Kita kan tidak bisa memantau 24 jam," ujarnya.

Yandi menambahkan, terkait tes CPNS masyarakat harus lebih berhati-hati dan jangan mudah percaya dengan janji bisa bisa meloloskan tes CPNS dengan membayar. "Sekarang ketat, pakai sistem CAT," katanya. (as/don)