PAD Pasar Jember Seret, DPRD Sebut Potensi Bisa Tembus Rp 15 Miliar

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Thursday, 09 Apr 2026 17:46 WIB

PAD Pasar Jember Seret, DPRD Sebut Potensi Bisa Tembus Rp 15 Miliar

Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo

JEMBER, TADATODAYS.COM - Potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional di Kabupaten Jember dinilai belum tergarap maksimal. DPRD Jember menyebut, angka yang selama ini dipatok masih jauh dari potensi riil di lapangan.

Ketua Komisi C DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, secara terbuka menyoroti target PAD pasar yang hanya berada di angka Rp 7,8 miliar per tahun. Padahal, dengan jumlah pasar yang mencapai 30 unit, potensi tersebut dinilai bisa melonjak hingga dua kali lipat.

“Kalau melihat kondisi riil, potensi itu bisa sampai Rp 15 miliar. Artinya ada ruang besar yang belum tergarap,” ujarnya usai rapat dengar pendapat bersama Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan pada Kamis (9/4/2026) siang.

Dari total 30 pasar tradisional yang berada di bawah naungan dinas, hanya 28 pasar yang aktif beroperasi. Namun, angka realisasi PAD pada 2025 bahkan hanya menyentuh kisaran Rp 6,8 miliar atau sekitar 80 persen dari target.

Bagi legislatif, capaian tersebut bukan sekadar soal target yang tidak terpenuhi, melainkan indikasi adanya persoalan mendasar dalam tata kelola pasar.

Ardi menilai, selama ini penentuan target PAD cenderung tidak berbasis potensi riil. Padahal, jika dilakukan pemetaan secara detail, sektor retribusi pasar bisa menjadi salah satu tulang punggung pendapatan daerah.

“Ini bukan soal mengejar angka semata. Kalau PAD meningkat, dampaknya bisa langsung kembali ke masyarakat dalam bentuk perbaikan pasar,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah daerah berani menaikkan target PAD ke depan, seiring dengan upaya pembenahan sistem pengelolaan pasar. Salah satunya melalui pembahasan di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Menurutnya, pasar tradisional masih memiliki daya ungkit ekonomi yang besar. Apalagi di tengah kondisi fiskal daerah yang dituntut lebih mandiri tanpa terlalu bergantung pada bantuan pusat.

“Jember ini punya 30 pasar. Itu aset besar. Tinggal bagaimana kita mengelola dengan serius,” katanya.

DPRD pun memastikan akan terus mengawal sektor ini agar tidak lagi dipandang sebelah mata. Sebab, jika dikelola optimal, pasar tradisional bukan hanya menjadi pusat ekonomi rakyat, tetapi juga mesin pendongkrak PAD yang signifikan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Jember, Wiwik Supartiwi, mengakui bahwa peningkatan PAD sangat berkaitan dengan pembenahan pengelolaan pasar secara menyeluruh.

Menurutnya, jika target pendapatan dinaikkan dan terealisasi, maka akan ada ruang anggaran untuk memperbaiki kondisi pasar yang saat ini banyak dikeluhkan pedagang maupun pembeli.

“Kalau ada peningkatan pendapatan, tentu itu akan kembali ke kami untuk melakukan perbaikan sarana dan prasarana pasar agar lebih layak dan nyaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, revitalisasi tidak hanya menyasar fisik bangunan, tetapi juga sistem pengelolaan agar aktivitas perdagangan kembali hidup. (dsm/why)


Share to