Perahu Nelayan Dihantam Ombak di Paseban, Satu Tewas dan Tiga Masih Dicari

Dwi Sugesti Megamuslimah
Thursday, 20 Aug 2026 11:31 WIB

PENCARIAN: Anggota Basarnas saat melakukan operasi SAR di sekitaran Pantai Paseban. (Foto: BPBD Jember)
JEMBER, TADATODAYS.COM - Lima nelayan menjadi korban setelah perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak dan terbalik di perairan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Jember. Satu nelayan ditemukan meninggal dunia, satu selamat, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, kecelakaan laut tersebut terjadi pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Sebelumnya, perahu bernama Pantes berangkat dari Pelabuhan Perikanan Puger pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB untuk mencari ikan di perairan Meleman.
"Perahu saat perjalanan pulang menepi di perairan Paseban karena melihat cahaya yang dikira perahu nelayan lain. Saat menepi, perahu dihantam ombak dari sebelah kanan," kata Edy.
Hantaman ombak membuat lambung kanan perahu bocor. Kapal kemudian terbalik dan para nelayan tercebur ke laut.

Edy menyebut, korban meninggal dunia adalah Sahwiyanto, 46, warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger. Sementara Samino, 65, yang juga warga desa tersebut, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Sedangkan tiga korban yang hingga kini masih dicari yakni Mujai, 58, Moh. Sholihin, 34, dan Samsul, 45. Ketiganya merupakan warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger. "Untuk tiga korban masih dalam proses pencarian," ujar Edy.
BPBD Jember telah berkoordinasi dengan Basarnas Pos Jember, relawan Kencong, dan Polairud Polres Jember untuk pencarian korban.
Tim gabungan akan melanjutkan operasi SAR di sekitar Pantai Paseban pada Kamis (20/8/2026). Pencarian dilakukan untuk menemukan tiga nelayan yang masih hilang. BPBD juga menyiapkan dukungan logistik bagi tim yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk kebutuhan dapur umum di lokasi. (dsm/why)

Share to
 (lp).jpg)


