Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-25 21:37:38

Pria di Jember Disabet Pedang, Polisi Buru Pelaku

TERSUNGKUR: Sempat berlari sempoyongan setelah mendapatkan luka bacok, korban akhirnya jatuh tersungkur di depan pintu masuk parkiran motor Stasiun KA Jember.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pria bernama Narto, 50, warga Jalan Angggrek, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, menjadi korban kekerasan di dekat Stasiun Kereta Api Jember, Rabu (25/5/2022) malam. Tubuhnya disabet pedang. Syukur saja nyawanya masih terselamatkan.

Korban ditemukan warga sekitar dalam kondisi mengalami luka cukup parah di bagian leher belakang akibat sabetan senjata tajam.

Baca Juga : Peringati Hari Bhayangkara ke-76, 76 Orang Digratiskan Pengurusan SIM

Atas kejadian tersebut, Tim Kalong Satreskrim Polres Jember langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP. Selanjutnya, korban dilarikan warga bersama polisi menuju RSD dr. Soebandi untuk menjalani perawatan intensif.

Baca Juga : Gadaikan Motor Orang, Pria Tewas Dibacok

"Korban dibawa ke rumah sakit Patrang (RSD dr.  Soebandi), tadi dibantu anggota dan warga. Kondisi luka akibat benda tajam di bagian leher belakang," kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hardiyan Wiratama saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Rabu (25/5/2022) malam.

Dari penyelidikan awal polisi, kata AKP Dika, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Korban sempat berlari sempoyongan setelah mendapatkan luka bacok, hingga harus tersungkur di depan pintu masuk parkiran motor Stasiun KA. 

"Kemudian berdasarkan rekaman CCTV, senjata tajam yang digunakan diduga menggunakan sebilah pedang. Pelakunya diduga ada dua orang," katanya.

Terkait motif pelaku, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bahan keterangan dari lokasi kejadian serta memburu pelaku. "Untuk korban masih dalam perawatan di UGD. Nanti kami juga akan ke rumah sakit untuk mengecek kondisi korban," ujarnya.

Sementara, saksi bernama Imam Safii menuturkan, dirinya sempat melihat korban berlari sempoyongan dengan pakaian dipenuhi darah. "Tadi saya lihat korban berlari sempoyongan hingga jatuh di depan pintu parkiran (stasiun)," kata Imam malam itu. (bp/why)