Sidak SPPG Sumbersari, Sekda Jember Minta Maaf usai Viral Menu MBG

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Friday, 30 Jan 2026 13:14 WIB

Sidak SPPG Sumbersari, Sekda Jember Minta Maaf usai Viral Menu MBG

DAPUR: Sidak Satgas MBG Pemkab Jember usai viralnya menu MBG di SPPG Sumbersari Sriwijaya, Jember di sosial media.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kabupaten Jember menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ini setelah menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) viral di media sosial.

Permohonan maaf itu disampaikan langsung Pj Sekda Jember Akhmad Helmi Luqman, saat melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Jumat (30/1/2026).

Helmi menjelaskan, sidak dilakukan sebagai tindak lanjut atas unggahan di media sosial yang menyoroti menu MBG yang dinilai tidak sesuai, baik dari sisi porsi maupun kandungan kalorinya. Langkah tersebut merupakan perintah langsung Bupati Jember selaku pembina program MBG di daerah.

“Menindaklanjuti informasi yang viral di media sosial terkait menu Makan Bergizi Gratis, kami diperintahkan oleh pimpinan, Bupati Jember, untuk turun langsung ke lapangan memastikan kebenaran informasi tersebut,” ujar Helmi.

Ia mengatakan, Pemkab Jember juga bergerak sebagai Satgas MBG Kabupaten bersama Satgas MBG Kecamatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Dari hasil pemeriksaan di dapur SPPG Sumbersari, ditemukan adanya persoalan koordinasi internal antara kepala dapur, ahli gizi, dan relawan. Kondisi tersebut berdampak pada ketidaksesuaian menu yang diterima siswa, terutama di jenjang taman kanak-kanak (TK).

“Memang ada kurangnya koordinasi. Seharusnya satu paket itu berisi tiga komponen, tetapi yang diterima hanya satu. Ini terjadi di beberapa sekolah TK yang kemudian diviralkan,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, Helmi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya orang tua siswa, sekaligus menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kekurangan dalam pelaksanaan program.

“Atas kejadian ini, kami menyampaikan permohonan maaf. Sekaligus kami memberikan pembinaan kepada pengelola SPPG agar ke depan pelaksanaannya sesuai SOP, terutama terkait kandungan kalori, serat, dan nutrisi makanan anak-anak,” tegasnya.

Helmi menekankan, sidak dan evaluasi yang dilakukan bukan bertujuan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai upaya perbaikan layanan agar tujuan program nasional MBG benar-benar tercapai.

“Ini bukan untuk menghakimi. Ini bagian dari upaya memperbaiki layanan SPPG agar ke depan lebih baik lagi bagi anak-anak kita, anak-anak bangsa. Harapannya, kebutuhan kalori dan nutrisi mereka bisa terpenuhi dengan baik,” katanya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkab Jember akan memperketat pengawasan secara berkala melalui Satgas MBG Kabupaten dan Satgas MBG Kecamatan. Pengawasan di tingkat kecamatan melibatkan unsur Muspika, mulai dari camat, danramil, kapolsek, hingga kepala puskesmas. “Pengawasan akan dilakukan secara rutin oleh Satgas Kabupaten dan Satgas Kecamatan. Semua SPPG di Kabupaten Jember akan diawasi secara berkala,” ujarnya.

Selain itu, Helmi menyebut setiap SPPG diwajibkan mempublikasikan menu makanan yang dibagikan setiap hari sebagai bentuk transparansi kepada publik. “Ke depan, setiap SPPG wajib mem-posting menu makanan yang akan disajikan setiap hari. Ini penting agar masyarakat juga bisa ikut mengawasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Sumbersari, Putri Maulidhiya, membenarkan adanya kendala koordinasi di internal dapur. Ia menyebut menu pada hari tersebut memang tidak dilengkapi buah, namun diganti dengan susu segar. “Masalah utamanya memang koordinasi internal, sehingga jumlah yang didistribusikan tidak sesuai rencana,” katanya.

Putri memastikan tidak ada bahan makanan yang hilang atau disalahgunakan. Bahan yang tersisa akan dimanfaatkan untuk pendistribusian di hari berikutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini anggaran menu yang digunakan masih bervariasi, yakni Rp8.000 untuk paket kecil dan Rp10.000 untuk paket besar, sementara anggaran pusat sebesar Rp15.000 belum diterapkan di dapur tersebut.

Ke depan, pihak SPPG Sumbersari akan memperketat proses pengecekan sebelum distribusi, termasuk melibatkan tenaga ahli gizi untuk memastikan kualitas dan kelayakan menu MBG yang disalurkan kepada siswa. (dsm/why)


Share to