Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-09-11 12:01:49

Tekan AKI-AKB, 76 Persen Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Tongas Sudah Divaksin

SEMANGAT: Petugas kesehatan Puskesmas Tongas terus bersemangat melayani masyarakat untuk vaksinasi. Salah satunya ibu hamil.

PROBOLINGGO,TADATODAYS.COM - Munculnya kasus Angka Kematian Ibu Hamil (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) membuat Pemkab Probolinggo menggalakkan vaksinasi untuk ibu hamil. Seperti di wilayah Puskesmas Tongas, di mana cakupan vaksinasinya sudah mencapai 76 persen.

Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani mengatakan, vaksinasi pada ibu hamil ini sangat ditunggu-tunggu mengingat terdapat kasus kematian pada ibu hamil karena COVID-19. Ibu Hamil termasuk kelompok rentan terpapar covid-19. Bahkan dalam beberapa kasus bisa dengan tingkat keparahan yang tinggi.

Baca Juga : DKPP Kabupaten Probolinggo Alokasikan DBHCT Rp 7,1 M untuk Program dan Sarana Pertanian

Ada dua kasus ibu hamil yang meninggal dunia karena covid-19 di Kecamatan Tongas. Yakni, ibu hamil asal Desa Bayeman ibu nifas asal Tongas Wetan. Karena itulah, vaksinasi covid-19 pada ibu hamil bersifat mendesak.

Baca Juga : DKPP Kabupaten Probolinggo Alokasikan DBHCT Rp 7,1 Miliar untuk Program dan Sarana Pertanian

JEMPOL: Salah satu ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tongas menjalani vaksinasi covid-19 yang dilakukan Puskesmas Tongas. Vaksinasi pada ibu hamil ini sebagai upaya mencegah kematian pada ibu hamil dan bayi.

Begitu, petunjuk teknis (juknis) Kementerian Kessehatan (Kemenkes) dan arahan Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah ada, pihaknya segera menyiapkan perangkatnya. Diketahui, pelaksanaan vaksin ibu hamil pertama di wilayah Puskesmas Tongas dilakukan di Desa Sumberejo pada 12 Agustus 2021. Sete;ah itu, desa-desa lainnya menyusul.

“Kondisi ibu hamil sangat rentan sekali terkena covid-19. Saat ibu hamil yang belum menerima vaksin covid-19 terkonfirmasi positif, kebanyakan kondisinya memburuk dan berakhir dengan kematian,” katanya.

PEMERIKSAAN: Sebelum dilakukan vaksinasi, petugas kesehatan Puskesmas Tongas melakukan skrining untuk menyatakan ibu hamil layak atau tidak divaksin.

Wanita yang akrab disapa Kurnia ini menuturkan, pada usia kehamilan 13-34 minggu, vaksin covid-19 dapat memberikan perlindungan. Kondisi mereka juga harus dipastikan sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta. “Sebelum divaksin, akan diperiksa dulu kesehatannya untuk mengetahui layak atau tidaknya mereka divaksin,” jelasnya.

Kurnia menjelaskan bahwa pemberian vaksin covid19 aman dan tidak berdampak terhadap janin di dalam kandungan. Untuk mempercepat diraihnya target vaksinasi covid19 bagi ibu hamil, pelaksanaan dilakukan di desa masing-masing ibu hamil. Puskesmas Tongas melalui tim bidan dan dokter serta tenaga kesehatan lainnya terus berkeliling dari desa ke desa secara bergantian.

SUDAH DIVAKSIN: Sejumlah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tongas menunjukkan kartu vaksin setelah menjalani vaksinasi. Saat ini, sekitar 76 persen ibu hamil di Kecamatan Tongas sudah divaksin.

“Untuk mempercepat capaian vaksin terhadap ibu hamil, kami mengundang kelas bumil untuk semua bumil trimester kedua ke atas di desa tersebut dengan membawa buku KIA. Di kelas bumil diberikan penjelasan tentang kesehatan bumil dan vaksinasi oleh bidan desa dan tim puskesmas. Tak jarang juga mendatangkan bumil yang sudah vaksin untuk memberi testimoni,” jelasnya.

Meski secara medis vaksin aman, masih saja ditemukan ibu hamil yang tidak bersedia untuk divaksin. Menyikapi hal itu, bidan dan tenaga kesehatan terus mengupayakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang pentingnya vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil. Terutama saat pemeriksaan kesehatan, baik di desa maupun di puskesmas.

“Sampai saat ini di wilayah Puskesmas Tongas, total sudah 105 ibu hamil yang sudah divaksin covid-19, dari jumlah total sasaran bumil trimester dua ke atas yang berjumlah 138 orang. Sehingga capaian saat ini sebesar 76 persen,” pungkasnya. (*/mel/sp)