Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-08 16:00:29

Tolak UU Omnibus Law, Mahasiswa Demo di Depan Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo

TOLAK UU CILAKA: Aliansi Mahasiswa se-Kabupaten Probolinggo memprotes UU Cipta Lapangan Kerja (UU Cilaka) yang disahkan DPR-RI pada Senin (5/10/2020) lalu.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Aliansi Mahasiswa se-Kabupaten Probolinggo melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD kabupaten setempat pada Kamis (8/10/2020). Aksi turun ke jalan itu dilakukan untuk menolak UU Omnibus Law atau UU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) yang baru saja disahkan pada Senin (5/10/2020) kemarin.

Aksi dimulai pada pukul 10.00 WIB, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aksi itu berjalan kaki dari titik kumpul pertama yakni Lapangan Pajarakan. Mereka menuju gedung DPRD Kabupaten Probolinggo sembari menyuarakan aspirasi berisi kekecewaan terhadap DPR RI.

Baca Juga : Meski Pandemi, Satgas Tak Larang Demo di Kabupaten Probolinggo

Dalam aksi itu, para mahasiswa sedikitnya melayangkan 4 tuntutan yang akan diajukan ke DPRD setempat. Yaitu menolak UU Cilaka yang disahkan oleh DPR dan pemerintah karena cacat prosedural. Kedua, DPR dan pemerintah dianggap gagal dan tidak berkomitmen dalam menjalankan cita-cita dan tujuan negara yang terkandung dalam UUD 1945 dan Pancasila. Lalu, mendesak DPR dan pemerintah untuk mendahulukan keselamatan rakyat dengan memfokuskan penanganan pandemi covid-19. Kemudian, mendorong dan menyatakan dukungan secara penuh bagi akademisi dan koalisi masyarakat sipil untuk mengajukan judicial review kepada Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga : Demonstrasi Menolak UU Cipta Kerja di Kota Pasuruan Berujung Ricuh

Abu Hanifah, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Cabang Probolinggo yang bergabung dalam aksi tersebut mengatakan, UU Cilaka ini membuat investor asing lebih mudah masuk ke Indonesia. Ia pun menganggap pengesahannya terlalu tergesa-gesa.

"UU Cilaka ini menimbulkan kontreversi, lebih memihak kepada investor asing. Harusnya DPR dan Pemerintah fokus terhadap penanganan covid-19," terangnya, saat ditemui di sela-sela aksi tersebut.

Sementara itu, Andi Suryanto Wibowo, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo mengatakan pihaknya akan menerima aspirasi dari mahasiswa ini yang nantinya akan dibawa ke pusat.

"Masukan demo dari mahasiswa ini hal yang wajar. Semua aspirasi masyarakat ini harus kami tampung. Sifatnya kami ini hanya menjembatani supaya dibahas di level yang lebih tinggi, DPR-RI," ujarnya usai berkomunikasi dengan perwakilan mahasiswa. (zr/hvn)