Trotoar dan Bahu Jalan Dipakai Jualan, Satpol PP Kota Probolinggo Beri Edukasi Bertahap

Amelia Subandi
Monday, 05 Jan 2026 18:02 WIB

EDUKASI: Satpol PP Kota Probolinggo memberikan edukasi kepada pedagang yang menggunakan bahu jalan dan trotoar di Jl HOS Cokroaminoto untuk berjualan.
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sepanjang ruas Jalan HOS Cokroaminoto di Kota Probolinggo marak pedagang yang menggunakan trotoar dan bahu jalan untuk berjualan. Salah satunya adalah Warung Madura di depan SMPN 5. Senin (5/1/2026), untuk ketiga kalinya Satpol PP memberikan edukasi kepada pedagang tersebut agar tidak menggunakan trotoar, yang merupakan hak pejalan kaki.
Upaya edukasi ini sempat diwarnai protes dari pemilik warung, karena petugas memindahkan dagangannya sebagian masuk ke dalam tokonya. Pedagang ini menolak upaya penertiban yang dilakukan oleh petugas.
“Saya bukan cari masalah, tapi cari solusi. Saya minta ke sampeyan sebagai aparat. Cokro ke depannya akan dijadikan Malioboro. Maka harusnya semua pedagang yang berjualan sepanjang Jalan Cokro ya harus ditertibkan, dibuat bersih,” kata pedagang yang enggan disebutkan namanya itu.
Menanggapi respons pedagang tersebut, Kabid Trantibum Satpol PP Kota Probolinggo Angga Budi Pramudya memberi penjelasan bahwa upaya edukasi dan penertiban tidak pandang bulu. Pihaknya mengedukasi semua pedagang, khususnya yang berjualan dengan menggunakan trotoar dan badan jalan. Terlebih, trotoar merupakan hak bagi para pejalan kaki.

“Kami mengedukasi secara bertahap, agar masyarakat semakin mengerti. Karena memang Perwali Nomor 44 Tahun 2025 Tentang Penetapan Lokasi PKL di Jalan Cokro itu lokasinya berada di sebelah barat. Tapi kan masih banyak pedagang yang masih berjualan di sebelah timur. Secara bertahap kami himbau dahulu, mana saja area yang bisa kami tertibkan, ya akan kami tertibkan bertahap,” katanya.
Menurutnya, tren warung atau toko Madura ini masih banyak yang menggunakan trotoar untuk tempat usahanya. Meskipun pada dasarnya para pedagang sudah paham. Beberapa pemilik warung atau toko Madura yang telah diedukasi, mau mengerti dan menertibkan dagangannya.
Angga tidak menampik jika masih ada pedagang yang menolak untuk ditertibkan. Pihaknya akan terus berupaya secara bertahap mengedukasi. “Eman. Kota Probolinggo sudah banyak pembangunan yang cukup masif. Sangat disayangkan bila tidak ditunjang dengan perubahan pola pikir masyarakatnya. Karena rejeki itu juga pasti akan datang dengan sendirinya,” tambahnya
Dalam pantauan tadatodays.com, upaya penertiban pedagang di ruas Jalan HOS Cokroaminoto ini juga menyasar seluruh PKL. Tidak hanya warung madura, namun juga PKL yang berjualan di bahu jalan. Terlebih pedagang yang memasang vertical banner hingga menganggu lalu lintas, juga turut ditertibkan. (mel/why)

Share to
 (lp).jpg)
