Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-23 15:13:52

Upaya Pemkot Probolinggo Merelokasi PKL, Belum Puaskan Pedagang

TERPAKSA: Sejumlah PKL buah telah dipindahkan ke tempat relokasi di barat pabrik garmen PT Eratex Djaja, meski relokasi itu tak memuaskan pedagang.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya menertibkan menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) di beberapa kawasan, dengan cara relokasi. Seperti, di Jalan Supriadi belakang pabrik garmen PT Eratex Djaja, dan di sepanjang Jalan Cokroaminoto hingga Jalan Mastrip. Akan tetapi, relokasi yang sudah dilakukan pemkot belum bisa memuaskan para pedagang.

Seperti PKL yang semula berjualan di belakang pabri PT Eratex, misalnya. Pada Rabu (22/12/2020) kemarin, sejumlah PKL telah dipindahkan ke area taman kota di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, yang masih di jalur Jl. Supriadi. Tempat relokasi itu berada di barat tempat PKL mangkal sebelumnya.

Baca Juga : Dewan Soroti Data Karyawan yang Diberhentikan

Namun sayang, relokasi itu belum sepenuhnya diterima oleh para pedagang. Seperti yang diungkapkan oleh Achmad, 33, PKL asal Keluruhan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Menurutnya, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo merelokasi pedagang karena banyaknya PKL menimbulkan kemacetan di belakang PT Eratex. "Juga melanggar setelah (kendaraan) roda 4 menerobos masuk,” kata Achmad.

Baca Juga : Pegawai Pemkot Probolinggo Ditemukan Tak Pakai Masker saat Bekerja

Sementara menurut Saiful Amin, PKL lainnya berpendapat, bahwa saat rapat antara PKL dan DKUPP, tiba-tiba PKL mau direlokasi dan tanpa terlebih dahulu menjaring aspirasi. :”Cuma, di tempat relokasi itu mau dipasang lampu dan tenda," ujar Amin.

Lalu, ungkapan serupa juga disampaikan oleh Zubaidi, PKL yang semula berjualan di Jalan Cokroaminoto dan telah dipindah ke pasar buah di Jalan Mastrip. Tepatnya, di utara SMKN 1 Probolinggo.

PKL yang sudah berjualan buah sejak tahun 2001 silam ini menyampaikan, bahwa dalam kurun waktu beberapa bulan ini konsumen sudah mulai mengerti akan adanya pasar buah di Jl. Mastrip. Tapi menurutnya, berjualan di pasar buah Mastrip tak selaris saat berjualan di trotoar Jalan Cokroaminoto.

"Tetap enak di trotoar, sebab pembeli yang tidak niat membeli bisa langsung tawar menawar. Kalau di tempat relokasi ini hanya yang niat saja,” kata Zubaidi.

Karena tak selaris saat berjualan di pinggir jalan itulah, Zubaidi menyebut banyak PKL yang akhirnya meninggalkan pasar buah Mastrip. "Kami sudah meminta ke pihak Satpol PP supaya ada penegasan, karena ini salah satunya yang menyebabkan (pembeli) sepi," harapnya.

Sementara itu, Kepala DKUPP Kota Probolinggo, Fitriyawati Jufri mengatakan, pihaknya akan mencari solusi yang tepat bagi PKL. Untuk saat ini, ia masih memberikan tempat alternatif supaya PKL tetap bisa berdagang. “Jadi, sebenarnya butuh kesadaran PKL," pungkasnya.

Sementara, terkait adanya PKL buah yang kembali berjualan di trotoar  Jl. Cokroaminoto, Kasi Operasi Dinas Satpol PP Kota Probolinggo. Hendra Kusuma, mengatakan bahwa jumlah personelnya terbatas. Apalagi, saat ini Satpol PP masih fokus pada penanganan Covid-19.

"Tidak hanya Pol PP saja, kami juga butuh kesadaran dari PKL itu sendiri. Keberadaannya tidak diperbolehkan di tempat yg dilarang perda," jelasnya. (ang/don)