Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-11 19:44:32

Wujud Toleransi, Wanita Katolik Jember Buka Warung Murah Khusus Ramadan

TOLERANSI: Dengan membentangkan banner, WKRI Jember membuka Warung Kasih yang hanya buka saban bulan Ramadan saja. Warung tersebut hanya melayani pembeli umat islam dengan pendapatan minim dan sedang berpuasa, seperti tukang becak dan ojek. Harganya sangat murah yakni Rp 2000 untuk menu nasi soto, nasi campur dan menu makanan lainnya.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Bulan dimana banyak orang berlomba untuk melakukan kebaikan. Di Kabupaten Jember, keberkahan itu juga dimanfaatkan oleh kelompok non-muslim dengan menjual menu buka puasa dengan harga yang sangat murah.

Ya, warung makan itu Bernama “Warung Kasih” yang dibuka oleh kelompok Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Kartini Jember. Warung yang hanya buka saban Ramadan itu berada di samping Gereja Katolik Santo Yusup, atau tepat di depan kantor Dinas Ketenagakerjaan Jember Jl. RA. Kartini No.26, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Baca Juga : “Bibibi”, Tradisi Berbagi di Hari Ke-27 Ramadan di Probolinggo

Tapi, tidak semua orang boleh membeli makan di warung tersebut. Khusus umat Islam dengan pendapatan minim dan sedang berpuasa saja yang boleh membelinya. Seperti tukang becak dan tukang ojek yang berada di sekitaran Gereja Katolik Santo Yusup.

Baca Juga : Ini 3 Manfaat Berpuasa Bagi Tubuh, Salah Satunya Atasi Penyakit Jantung

Ingin tahu harganya? Ya, hanya Rp 2000 setiap porsinya lengkap dengan air minum kemasan.

Meski murah meriah, bukan berarti menunya biasa-biasa saja dan ala kadarnya. Menunya tetap istimewa, seperti nasi soto, nasi campur dan banyak lagi menu lainnya yang disajikan berbeda-beda setiap harinya. Dalam sehari, Warung Kasih mampu menyiapkan antara 150 hingga 300 porsi makanan pembuka.

Ketua WKRI Cabang Kartini Jember, Eli Krisna Ningsih mengatakan bahwa warung khusus Ramadan ini sudah berjalan selama 20 tahun. Awal melakukan gerakan tersebut, WKRI menjualnya dengan harga Rp 500 setiap porsinya.

Eli menjelaskan, gerakan warung murah itu bermula saat WKRI melihat banyak pekerja seperti tukang becak, dan tukang ojek di sekitaran gereja yang kesusahan mencari makanan untuk berbuka puasa. ”Atas dasar itu WKRI membuat Warung Kasih yang menyediakan menu berbuka puasa dengan harga yang sangat terjangkau,” kata Eli saat ditemui tadatodays.com di Warung Kasih, Senin sore (11/4/2022).

Akan tetapi, Warung Kasih ini hanya buka saban Senin sampai dengan Kamis. Sementara untuk hari Jumat, Sabtu dan Minggu tutup karena WKRI ada kegiatan ibadah di gereja.

Eli menerangkan, meski warung tersebut berada di gereja, namun dana yang digunakan untuk mengelola warung tersebut didapat dari donatur dari lintas agama. Seperti sumbangan dari umat Budha dan Hindu. "Banyak saudara kita dari lintas agama yang memberikan bantuan, mulai dari bahan untuk memasak hingga uang tunai," ujarnya.

Eli menuturkan bahwa keberadaan Warung Kasih ini sebagai wujud toleransi antar umat beragama dan menumbuhkan gerakan sosial. (bp/don)