Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2022-01-18 15:34:40

Banjir Pakuniran, Satu Orang Meninggal, Dua Jembatan Putus, Warung Hanyut

EVAKUASI: Warga mengevakuasi jasad Sunijar dengan menggunakan kayu dan sarung. Korban tewas setelah jembatan yang dilewatinya putus dan terbawa derasnya arus Sungai Pancar Glagas.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Hujan deras disertai angin di Kabupaten Probolinggo, menelan korban jiwa. Seorang warga Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran meninggal dunia setelah terseret air banjir di sungai.

Identitas korban tersebut yakni Sunijar, 53, warga Dusun Gunung Malang, Desa Gunggungan Kidul.

Baca Juga : Pemuda Paiton Jadi Korban Tewas Tabrak Lari

Berdasarkan informasi yang dihimpun tadatodays.com, peristiwa itu terjadi saat wilayah Kecamatan Pakuniran diguyur hujan lebat disertai angin kencang, Senin (17/1/2022), mulai pukul 15.00-18.00 WIB. Sebelum hujan, Sunijar berpamitan kepada keluarganya untuk mencari rumput di ladang.

Baca Juga : BMKG Banyuwangi Prediksi Banjir Rob Berlangsung Dua Hari

Saat Sunijar perjalanan menuju ladang melewati Dusun Pancar, hujan belum turun. Ia kemudian melewati sebuah jembatan di aliran Sungai Pancar Glagas.

Setibanya di ladang, ia langsung mencari rumput. Seketika hujan mengguyur dengan lebatnya di kawasan tersebut, sehingga Sunijar bergegas pulang dengan kembali melewati jembatan.

Nah, saat melintasi jembatan itulah, jembatan tersebut tiba-tiba putus diterjang banjir. Sunijar pun hanyut terbawa derasnya arus sungai.

JEMBATAN: Warga memantau kondisi jembatan yang putus diterjang banjir, Senin sore kemarin. Hingga kini, BPBD masih melakukan assesment pasca banjir di Pakuniran.

Kapolsek Pakuniran, AKP Tavip Harianto membenarkan hilangnya seorang pencari rumput. Pihak keluarga baru menyadari hilangnya Sunijar pada Senin malamnya. Keluarga korban kemudian melapor ke perangkat desa setempat, yang diteruskan ke Polsek Pakuniran.

Tavip menjelaskan, saat korban hanyut tidak saksi di lokasi kejadian. Bahkan, listrik di wilayah Pakuniran juga padam.

Perwira dengan tiga balok di pundaknya ini menuturkan, warga bersama BPBD Kabupaten Probolinggo langsung melakukan pencarian. Namun, pencarian pada Senin kemarin itu belum membuahkan hasil.

Jasad korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir sungai Dusun Gunung Malang, Selasa (18/1), sekira pukul 08.00 WIB. "Di pinggir sungai itu terlihat kaki dan tangannya (korban). Keluarga tidak menuntut karena kejadian alam," ujarnya.

Pasca temuan itu, jasad Sunijar selanjutnya dievakusi dengan cara dipikul oleh warga setempat. Proses evakuasi itu dengan menyusuri sungai. Sebab, jembatan di desa setempat telah putus.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Supri Sayoga mengatakan proses pencarian di hari pertama mengalami kendala gelapnya lokasi karena listrik padam.

Dengan kendala itu, lanjut Sugeng, petugas memutuskan untuk menghentikan pencarian sementara. “Pencarian kembali dilanjutkan pada Selasa pagi,” katanya.

Selain menyampaikan korban tewas, Sugeng juga menyampaikan bahwa banjir yang terjadi di Pakuniran juga mengakibatkan dua jembatan dan satu warung milik Yuyun hanyut. Dua jembatan itu diketahui penghubung antara Desa Patemon dengan Desa Ranon dan Desa Gunggungan Kidul.

Hingga pukul 12.32, BPBD masih melakukan pendataan terkait jumlah kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir di Pakuniran. (ang/don)