Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-04 22:18:36

Komisi 3 DPRD Kota Probolinggo Sidak ke Lokasi RSUD Baru, Berharap Proyek Selesai Tepat Waktu

PERIKSA: Ketua dan Anggota Komisi 3 DPRD Kota Probolinggo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek berdirinya RSUD baru Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Komisi III DPRD Kota Probolinggo melakukan inspeksi mendadak ke lokasi peoyek pembangunan RSUD baru Kota Probolinggo. Di lokasi proyek, Komisi 3 mendapati proses mengurukan tanah mengalami sedikit keterlambatan karena jembatan darurat (bailey) terlambat terpasang.

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Probolinggo, Agus Riyanto, pada Rabu (4/11/2020) di hadapan awak media mengatakan sempat ada sedikit permasalahan terkait tanah uruk yang dikerjakan. Salah satu pihak mengatakan tidak boleh menggunakan tanah uruk hitam. Sedangkan pihak lain mengatakan boleh menggunakan tanah uruk tersebut. “Sehingga uji laboratorium. Hasilnya boleh ada campuaran, tanah hitam sama tanah merah. Tanah hitam dulu dipakai, setelah itu ditutupi tanah merah. Sampai lapisan yang diinginkan, itu sudah ada uji labnya,” jelasnya.

Baca Juga : Dokumen Tak Lengkap, Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo Banjir Interupsi

Sementara perihal progress proyek pengurukan RSUD baru Kota Probolingo tersebut mencapai 10 persen sesuai dengan target. Meski demikian, pihaknya tetap mendorong pihak pengembang bisa melebihi target. Sehingga target lainnya seperti pemasangan tiang pancang sebanyak 214 unit juga bisa selesai tepat waktu. Tiang pancang tersebut dapat dipasang sebanyak 10 sampai 20 unit tiap harinya. “Jadi memerlukan kurang lebih 20 hari, kalau itu sudah terpasang proses berikutnya langsung naik,” ungkapnya.

Baca Juga : DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Wali Kota, Seimbangkan Belanja Daerah untuk Penanganan Covid-19 dan 6 Skala Prioritas

Agus mengatakan, proyek RSUD baru tahun ini hanya penyelesaian lantai dasar dan pembersihannya. “Urukan tidak semua, hanya selebar bangunan. Tahun depan baru ada urukan lagi,” jelasnya.

Sementara tahun depan akan dibangun bangunan induk dengan empat lantai. Sedangkan yang lain nanti akan menyesuaikan, seperti musala dan sebagainya. Semua totalnya dianggarkan Rp 13 miliar yang berasal dari 17 pagu.

Kendati demikian, komisi III tetap akan memantau dan melakukan pengawasan ke lokasi proyek. Juga telah menyarankan untuk kerja lembur di malam hari untuk menghindari pekerjaan molor alias tidak tepat waktu.

Di lokasi yang sama, pelaksana atau kontraktor proyek pembangunan RSU Baru, Project Manager PT Anggaza Widya Ridhamulia, Suprayudi optimis proyek yang digarapnya selesai tepat waktu. Meski saat ini progresnya 10 persen lebih. “Progres itu tanggal 2 November kemarin, kalau sekarang sudah lebih dari 10 persen. Target progress 11,115 persen. Jadi memang kita minus 0,18 persen,” aku Suprayudi berterus terang.

Pria yang biasa disapa Yudi tersebut menjelaskan, pekerjaan yang harus diselesaikan pada pembangunan tahap pertama itu berupa pekerjaan pengurukan tanah setinggi 1,7 meter di depan gedung utama (Induk). Sedang dibelakang gedung utama  tinggi urukan hanya 5-0 meter dan di sekeliling pagar, urukan penuh setinggi 1,7 meter. “Tujuannya untuk kekuatan pondasi pagar,” katanya.

Selain itu, pekerjaan yang harus diselesaikan adalah pemasangan tiang pancang sebanyak 214 buah dan kolom pendek setinggi 2 meter. Sedang untuk bangunan induk (utama) yang panjangnya 50 meter dan lebarnya 20 meter, hanya akan dilakukan pembesian di lantai dasar sekaligus tiang pancangnya. “Besuk tiang pancangnya datang. Langsung kita pasang,” tambahnya.

Mengenai kendala, Yudi mengatakan, kendalanya ada di pemasangan jembatan darurat (Bayle). Soal hujan, ia memaklumi karena saat ini memang musim penghujan. “Kendalanya ada pada pemasangan jembatan darurat. Kalau soal hujan, sudah biasa. Kan sekarang musim hujan.,” pungkasnya. (hla/hvn)