Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-06-16 16:47:38

Menantu Bupati Masuk Tim Ahli, LSM Demo Tuding Bupati Hendy Nepotis

SOAL MENANTU BUPATI: Aksi demo sejumlah LSM di Jember yang mempersoalkan menantu Bupati Jember Hendy Siswanto yang masuk Tim Asistensi Ahli Percepatan Program Prioritas.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Jember melancarkan aksi demo, Kamis (16/6/2022) sekitar pukul 10.00. Dalam aksi ini, LSM menuding kepemimpinan Bupati Jember Hendy Siswanto kental nepostime, lantaran memasukkan menantunya, Muhammad Nadhif, dalam Tim Asistensi Ahli Percepatan Program Prioritas.

Aksi demonstrasi itu digeber di depan gedung DPRD Jember. Adapun LSM yang ikut bergerak melancarkan aksi ialah Relawan Jumadi Made, RMJ (Militan Jember) ,Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FK-PAK) , BASOKA( Barisan Solid Merdeka) dan Barisan Anak Rantau Jember (BARJ).

Baca Juga : AKJ Datangi DPRD Jember, Minta Koperasi KJHS Dibubarkan

Mereka mengecam kebijakan Bupati Hendy yang membawa keluarganya masuk dalam lingkar kekuasaan. "Menantu Bupati (Muhammad Nadhif, red) itu makan APBD. Dia tercatat sebagai tim asistensi dengan honor Rp 3,5 juta per bulan," kata Jay Rahmadi yang menjadi korlap aksi.

Baca Juga : 34 Ormas Jember Unras, Minta Disusun Perda Penanganan Narkoba

Jay  menilai kebijakan tersebut menjadi bukti nyata kepemimpinan Bupati Hendy kental nuansa nopatisme. Terlebih, Nadhif bukan orang asli Jember, melainkan berasal dari Aceh.

Sedangkan menurutnya, ada banyak putra daerah Jember asli yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. Jadi, tidak perlu melibatkan asisten ahli dari luar Jember. "Banyak orang Jember ini yang pinter-pinter. Harusnya orang Jember asli," kata Jay.

Oleh karena itu, Jay meminta agar Bupati Hendy mengevaluasi dan merombak struktural tim asisten ahli. Terutama agar tidak lagi memasukan menantunya.

Sementara, Ketua Tim Asistensi Ahli Percepatan Program Prioritas Yuli Witono membenarkan adanya nama Muhammad Nadhif R dalam tim yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati nomor   188.45/451/1.12/2021. Surat itu diteken Bupati Hendy pada  8 Oktober 2021 lalu.

Selaku ketua tim asistensi ahli, Yuli Witono menjelaskan bahwa tugas utama Nadhif adalah sebagai praktisi lapang.  Tugasnya mencatat data kemiskinan dan juga pemetaan jalan rusak.

Perihal Nadhif sebagai menantu Bupati Hendy, Yuli Witono mengaku tidak tahu sama sekali. Pihaknya mengatakan, pada saat awal pembentukan tim asistensi yang ia lihat hanya kapasitas personal sebagai seorang praktisi. "Waktu (awal, red) itu saya tidak tahu ya. Saya hanya melihat profesionalitas saja," ungkapnya.

Untuk memastikan posisi menantu Bupati di tim tersebut,  tadatodays.com mencoba menghubungi Kepala Bappeda Jember Hadi Mulyono.  Dalam keterangannya melalui sambungan telepon, Hadi membenarkan jika anggota tim asistensi ahli  dihonor sebesar Rp 3,5 juta perbulan melalui OPD-nya.

Namun saat ditanya perihal adanya nama menantu Bupati yang masuk dalam daftar anggota tim, Hadi enggan menjawab. Hadi beralasan tidak hafal nama-nama yang ada di SK Bupati tentang  Tim Asistensi Ahli Percepatan Program Prioritas. "Ya benar itu honornya (tim asistensi, red), tapi namanya saya tidak hafal semua," katanya.  (bp/why)