Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-05-01 14:53:11

Pastikan Aman Covid-19, Pemkab Jember Kawal ketat Kedatangan Pekerja Migran

TUNGGU GILIRAN: Sejumlah pekerja migran menunggu giliran pulang ke tempat kediamannya masing-masing. Mereka sebelumnya harus menjalani prosedur protokol kesehatan sebelum bisa tiba di rumah.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pemkab Jember melalui Satgas Covid-19 melakukan pejemputan dan pengawalan terhadap 16 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tiba di Jember, Jumat (30/4/2021). Hal itu dilakukan untuk memperketat potensi penyebaran covid-19.

Pekerja migran yang di jemput di Surabaya itu, merupakan warga Jember yang selama ini bekerja sebagai buruh migran di luar negeri. Penjemputan dan pengawalan khusus tersebut, sengaja dilakukan lantaran kedatangan mereka masih dalam masa pandemi Covid-19.

Baca Juga : Dinyatakan Positif Covid-19 dan Meninggal, Keluarga Mengamuk

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember Bambang Edi Santoso mengatakan, sebetulnya para pekerja itu telah sampai di Indonesia pada 28 April 2021 lalu. Namun karena alasan protokol Kesehatan, setibanya di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, para PMI tersebut tidak diperbolehkan langsung pulang ke Jember.

Baca Juga : Ratusan Remaja di Kecamatan Dringu Antusias Menjalani Vaksinasi

 “Sebelum dijemput ke sini (Jember, Red) mereka,harus mengikuti serangkaian prokes terlebih dulu,” katanya. Seperti isolasi diri selama 2 hari di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Setelah itu, dilakukan Tes PCR.

Setelah hasil tes menunjukkan negative, barulah pekerja migran ini diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Jember. Edi -sapaan akrabnya - melajutkan, setelah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Provinsi Jawa timur, Pemkab Jember memutuskan untuk melakukan pejemputan terhadap belasan pekerja migran tersebut.

Penjemputan difasilitasi menggunakan bus milik Dinas Perhubungan Jember. Adapun ke 16 PMI itu di antaranya 7 orang berasal dari Kecamatan Tanggul, 4 orang dari Kecamatan Kaliwates, 3 orang berasal dari Kecamatan Rambipuji.

Sementara 1 PMI dipulangkan ke Bondowoso lantaran telah bercerai dengan suaminya yang di Jember. Begitupula 1 PMI lainnya yang kemudian berangkat ke Tulungagung ikut suaminya. (as/sp)