Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-05-09 22:40:43

Polres Jember Terjunkan 260 Personel untuk Pengamanan Lebaran 2021

SIAGA: Polres Jember melakukan apel pasukan yang disiapkan untuk bertugas saat libur Lebaran. Ratusan personel yang disiagakan akan berjaga di titik keramaian.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pemerintah menegaskan larangan mudik pada lebaran tahun ini. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 termasuk varian baru yang sudah masuk ke Indonesia. Karena itu, Polres Jember menerjunkan ratusan personel untuk melakukan pengamanan tersebut.

Kabag Ops Polres Jember Kompol Agus Supariyono mengatakan, pihaknya menerjunkan 260 personel gabungan. Terdiri dari unsur Polri, TNI,  Satpol PP, dan Dishub setempat. Ratusan personel diterjunkan untuk melakukan pengamanan saat penyekatan mulai tanggal 6-17 Mei 2021.

Baca Juga : Gedung DPRD Jember Lockdown, Pembahasan LPP APBD 2020 Ditunda

“Nantinya akan kami konsentrasikan di 4 titik posko pengamanan. Yakni di pertokoan Roxy Mal, alun-alun kota Jember, Pantai Pancer Puger, serta Pantai Watu Ulo dan Papuma,” katanya, Sabtu (8/5/2021).

Baca Juga : Satu Anggota Dewan Jember Positif Covid-19, Parlemen Swab Masal

Alasan dari penetapan titik pengamanan itu, kata Agus, untuk melakukan pengawasan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran Covid-19. Termasuk sosialisasi dan penerapan 5 M. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Sedangkan untuk pengaman mudik lebaran tetap ada, dan dilakukan per rayon. Yang untuk Kabupaten Jember, berada di Rayon 3. Yakni Jember, Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, dan Situbondo," sambungnya. Agus -sapaan akrabnya - juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi larangan mudik yang telah ditetapkan pemerintah.

Terpisah, Bupati Jember Hendy Siswanto mengungkapkan alasan adanya aturan larangan mudik yang diterapkan pemerintah. “Ada tren kenaikan positif covid-19 sebesar 2,30 persen menjelang Idul Fitri, dibandingkan dari masa sebelumnya,” kata Hendy menirukan isi pidato sambutan Kapolri.

Kata Hendy, berdasarkan pengalaman tahun 2020 lalu, ada kenaikan angka penyebaran virus saat menjelang Idul Fitri. Hasil analisa Dinas Perhubungan menyebutkan, akan ada pergerakan 81 juta orang jika arus mudik diizinkan. Meskipun dilarang, diperkirakan masih ada 17,5 juta orang berusaha mudik. (as/sp)