Ratusan Siswa dan Guru SMPN 1 Umbulsari Jember Diduga Keracunan MBG

Dwi Sugesti Megamuslimah
Friday, 06 Feb 2026 14:08 WIB

AMBULANS: Ambulans masuk SMPN 1 Umbulsari Jember di saat puluhan siswa dan guru mengalami gangguan pencernaan usai menyantap menu MBG. (Dok: Sugianto)
JEMBER, TADATODAYS.COM - Ratusan siswa dan guru SMPN 1 Umbulsari, Jember, mengalami gangguan pencernaan, usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan pada Rabu (4/2/2026) siang. Total ada 112 orang yang mengeluhkan gejala serupa, mulai sakit perut hingga mual.
Data yang dihimpun menyebut ada 99 siswa dan 13 tenaga pendidik yang mengalami gejalan keracunan. Mereka mengeluhkan gejala beragam, mulai dari nyeri perut, mual, hingga diare.
Sejumlah siswa mengaku mulai merasakan gejala itu sejak Rabu malam. Kondisi itu berlanjut hingga keesokan harinya, Kamis (5/2/2026) saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Situasi di sekolah sempat tidak kondusif. Banyak siswa bolak-balik ke toilet secara bersamaan hingga menyebabkan antrean panjang di fasilitas sanitasi sekolah.
Berdasarkan keterangan siswa, menu MBG yang dikonsumsi terdiri dari nasi, ayam panggang, sambal, serta lalapan kol dan buncis mentah. Makanan tersebut disuplai oleh pengelola program gizi tingkat kecamatan Umbulsari.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan setempat, Muhammad Ridoi, mengatakan laporan awal diterima pada siang hari. Setelah itu, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Ia membenarkan adanya siswa yang mengalami gangguan pencernaan. Pihaknya juga langsung melakukan koordinasi dengan tenaga kesehatan. “Memang ada sejumlah siswa yang mengeluhkan gangguan pencernaan. Kami langsung cek ke lapangan,” ujarnya, Jumat (6/2/2026) siang.

Tenaga medis telah melakukan pemeriksaan di sekolah dan memberikan penanganan awal. Beberapa siswa sempat dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayah Umbulsari. Namun sebagian besar hanya mengalami gejala ringan dan diperbolehkan pulang ke rumah untuk pemulihan.
Dinas Pendidikan memastikan hingga saat ini belum ada laporan kejadian serupa di sekolah lain. Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan.
Terkait dugaan sumber penyebab gangguan kesehatan, pihak dinas menyebut bukan kewenangan mereka untuk memastikan. “Kami belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya. Sampai sore kemarin juga belum ada laporan kejadian serupa dari sekolah lain,” katanya.
Sementara, salah satu guru SMPN 1 Umbulsari Jember, Wiyono, mengatakan memang pada Rabu itu datangnya MBG tidak seperti biasanya. "Memang SPPG telat datangnya, memang ada konfirmasi ada masalah di dapur (SPPG). Biasanya jam 10 sudah nyampe di sekolah, tapi ini jam 11. Dari ketelatan itu, mungkin karena mengejar waktu, masakannya itu cepat-cepat," katanya.
"Dari anak-anak yang dimakan, itu menunya ayam panggang itu sebagian ada darahnya saat dicuil, atau kurang matang saat saya di kelas 8F. Saya menunggu sampai selesai makannya," lanjutnya.
Memang tadi bapak wakil kepala sekolah tanya ke anak-anak, bagi siapa yang semalam diare angkat tangan. "Banyak yang angkat tangan. Ada dari 7F, 9B, dan lainnya. Yang mules diizinkan pulang dan yang lemas dibawa ke puskesmas. Katanya masih ada 6 di puskesmas," kata guru matematika itu. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)



