Transaksi Narkoba di Pasuruan Lebih Banyak Terjadi di Tengah Pemukiman Warga

Amal Taufik
Thursday, 01 Jan 2026 20:20 WIB

BB: Barang bukti narkoba saat dipamerkan di konferensi pers.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Peredaran narkoba di Kota Pasuruan ternyata tidak selalu berlangsung secara sembunyi-sembunyi di lokasi terpencil. Justru, sebagian besar transaksi narkoba terjadi di tengah pemukiman warga.
Fakta itu terungkap dari pemetaan yang dilakukan Satresnarkoba Polres Pasuruan Kota sepanjang tahun 2025. Polisi menemukan bahwa lingkungan tempat tinggal masyarakat menjadi titik paling rawan terjadinya transaksi narkotika.
Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan Kota Iptu Arief Wardoyo mengatakan, pihaknya mengelompokkan sedikitnya lima lokasi yang berpotensi menjadi tempat transaksi narkoba. Lokasi tersebut meliputi toko, tempat umum, jalan raya, sekolah atau universitas, serta kawasan permukiman. “Dari hasil pemetaan, yang paling dominan justru terjadi di area pemukiman,” ujar Arief, Rabu (31/12/2025).
Data kepolisian menunjukkan, sekitar 81 persen transaksi narkoba berlangsung di kawasan permukiman warga. Sementara sisanya terjadi di jalan raya sebesar 16 persen, toko 1 persen, dan tempat umum 2 persen.
Dari sisi waktu, aktivitas transaksi narkoba paling sering terjadi pada rentang sore hingga malam hari. Polisi mencatat transaksi banyak berlangsung pada pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, disusul pukul 12.00 hingga 18.00 WIB.

Sepanjang 2025, Satresnarkoba Polres Pasuruan Kota menangani 63 kasus penyalahgunaan narkotika dengan total 83 orang tersangka. Selain itu, polisi juga mengungkap empat kasus obat keras dan berbahaya (okerbaya) dengan empat tersangka.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti narkotika seberat total 645,03 gram. Sementara dari kasus okerbaya, aparat mengamankan sebanyak 60.414 butir pil.
Arief menambahkan, dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penanganan kasus narkoba pada 2025 mengalami penurunan. Jika pada 2024 tercatat 70 kasus, maka pada 2025 turun sekitar 1,04 persen, meski kewaspadaan tetap ditingkatkan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi narkoba dalam bentuk apa pun. Narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tapi juga masa depan dan lingkungan keluarga,” kata Arief. (pik/why)





Share to
 (lp).jpg)


