Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-14 16:07:18

Angka Kemiskinan di Kabupaten Jember Masih Tinggi

KEMISKINAN: Anggota DPRD Jember Mufid memberikan bantuan kepada salah satu lansia miskin di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah. Menurutnya, jumlah warga miskin di Jember masih tinggi dan perlu adanya program yang tepat sasaran.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Jumlah warga miskin di Kabupaten Jember masih tergolong tinggi. Selama periode Maret 2020 – 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mencatat jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember bertambah 9 ribu jiwa. Untuk itu, anggota DPRD Kabupaten Jember Mufid meminta Pemkab Jember untuk serius menekan tingginya kasus kemiskinan.

Diketahui pada Maret 2020, tercatat ada 247,99 ribu jiwa yang dikategorikan miskin atau penduduk dengan pengeluaran kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Sementara pada Maret 2021, jumlah tersebut naik sekitar 3,67 persen menjadi 257,09 ribu jiwa.

Baca Juga : Soal Lapangan Talangsari, Ancer Minta Fraksi Teken Penolakan

Dari data tersebut, Mufid menilai Pemkab Jember belum serius menangani kemiskinan. Menurutnya, program yang digagas pemerintah belum tepat sasaran. "Kemiskinan ini menjadi PR kita bersama, khususnya untuk pemerintah daerah," kata Mufid, Sabtu (12/3/2022).

Baca Juga : DPRD Jember: Lapangan Talangsari Tetap Ruang Terbuka Hijau

Mufid menyebut dirinya tidak hanya berwacana soal kemiskinan. Ia sudah turun langsung dengan menemui beberapa lansia kategori miskin di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah.

Salah satu lansia miskin yang ditemuinya adalah nenek Toha. Mufid mengatakan, nenek Toha mengaku belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah. “Hanya dapat bantuan dari relawan sosial,” ujarnya.

Ia berpendapat bahwa problem kemisikinan ini juga harus diklasifikasikan, mengingat ada orang miskin yang masih produktif dan orang miskin yang tidak produktif. "Untuk lansia miskin yang non-produktif, pemerintah harus bisa menganggarkan (bansos). Terlebih mereka sudah tidak bisa apa-apa," tuturnya.

Karena itu, Mufid meminta pemerintah untuk tidak hanya membangun infrastruktur tapi juga memperhatikan tingginya angka kemiskinan. "Apalah melakukan pembangunan, kalau rakyatnya masih banyak yang kelaparan," ujarnya.

Sementara dikonfirmasi pada Senin (14/3/2022) Plt Kepala Dinsos Jember, Isnaini Dwi Susanti mengatakan bahwa pihaknya akan turun ke lapangan dan juga melakukan pendataan terhadap warga miskin. "Kita cari NIK dulu, kan kalau memberikan bantuan harus ada datanya juga," katanya. (bp/don)