Banjir di Tutur Pasuruan Seret Gelondongan Pinus, Tutup Jembatan Antar Dusun

Amal Taufik
Amal Taufik

Sunday, 11 Jan 2026 05:03 WIB

Banjir di Tutur Pasuruan Seret Gelondongan Pinus, Tutup Jembatan Antar Dusun

KAYU: Petugas saat mengevakuasi gelondongan kayu yang terseret banjir.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Banjir bandang melanda wilayah Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Derasnya aliran air membawa gelondongan kayu pinus dari hulu sungai hingga menumpuk di bawah jembatan penghubung antar dusun. Hingga Sabtu (10/1/2026), proses evakuasi dan pembersihan masih berlangsung di lokasi.

Tumpukan kayu tersebut menghambat aliran air dan nyaris menutup badan jembatan di Dusun Krajan I, Pedukuhan Sekar Kuning. Kondisi itu memicu kekhawatiran warga karena jembatan berpotensi rusak jika banjir kembali terjadi.

Kepala Desa Andonosari, Pujianto, mengatakan banjir bandang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan pegunungan di wilayah hulu. Material kayu pinus yang terbawa arus diduga berasal dari kawasan hutan di atas permukiman warga.

“Material kayu menumpuk di jembatan dan menghambat aliran sungai. Kalau hujan turun lagi, risikonya jembatan bisa terseret,” ujar Pujianto.

Ia menyebut jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga. Sedikitnya 30 kepala keluarga bergantung pada jalur itu untuk aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi hasil pertanian.

Meski air masih bisa mengalir melalui celah di bawah jembatan, situasi dinilai rawan. Warga khawatir tekanan air yang tertahan glondongan kayu dapat memperparah kondisi struktur jembatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari Camat Tutur dan segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian. BPBD Kabupaten Pasuruan bersama Perhutani dan warga setempat langsung melakukan upaya pembersihan material kayu.

“Sebagian material sudah berhasil dievakuasi. Namun pembersihan belum bisa tuntas karena pada saat bersamaan hujan deras juga terjadi di wilayah lain,” kata Sugeng.

Menurutnya, hujan lebat menyebabkan sisa-sisa kayu tebangan ikut terbawa arus dan menyumbat aliran sungai. Jika tidak segera dibersihkan, kondisi tersebut berpotensi memicu banjir susulan. (pik/why)


Share to